ASLIBATANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mendorong generasi muda di wilayahnya untuk memanfaatkan peluang program beasiswa pendidikan ke Tiongkok (China).
Langkah ini diambil sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi akademis sekaligus membentuk mentalitas, karakter pantang menyerah, dan kedisiplinan tinggi di kalangan generasi muda lokal.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Batang, Suyono, saat menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemkab Batang dengan International Cultural Communication Center Indonesia (ICCCI).
Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di Ballroom KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).
Wakil Bupati Batang menyampaikan bahwa pengalaman menimba ilmu di luar negeri diharapkan mampu menggembleng generasi muda agar lebih siap menjawab tantangan budaya kerja modern serta mahir beradaptasi di lingkungan baru.
Jawab Tantangan Mentalitas Generasi Muda
Menurut Suyono, salah satu persoalan krusial yang kerap dihadapi generasi muda saat mulai terjun ke dunia profesional adalah mentalitas yang rentan dan rasa tidak cocok terhadap lingkungan kerja.
“Pengalaman belajar di China diharapkan membuat generasi muda lebih siap menghadapi budaya kerja dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Salah satu tantangan generasi muda saat memasuki dunia kerja adalah mudah merasa tidak cocok dengan lingkungan pekerjaan,” terang Suyono, Jumat (21/8/2026).
Ia menambahkan, program beasiswa ke China ini menjadi jawaban atas fenomena anak muda zaman sekarang yang cenderung cepat merasa bosan dan menuntut tempat kerja menuruti kehendak pribadinya.
“Program beasiswa ke China ini penting, karena kita berharap anak-anak zaman sekarang ketika mendapatkan pekerjaan itu tidak mudah bosan. Keinginan anak-anak zaman sekarang kerap kali sesuai dengan keinginannya saja, bukan penyesuaian dengan apa yang dia terima di tempat kerja,” jelasnya.
Melalui tempaan sistem pendidikan dan budaya kerja keras di China, para penerima beasiswa diharapkan dapat memetik pelajaran berharga mengenai manajemen waktu dan tingkat kedisiplinan yang sangat ketat.
“Di sana disiplin seperti apa, waktu itu seperti apa, sehingga nanti disiplin dan pengelolaan waktu yang sudah tertata akan membuat mereka sangat mudah menyesuaikan diri di suatu perusahaan. Jangan perusahaan yang disuruh menyesuaikan dengan keinginan dirinya,” tegas Wakil Bupati.
Sokong Transformasi Batang dari Agribisnis ke Daerah Industri
Kemampuan beradaptasi dan penguasaan ilmu pengetahuan dinilai kian mendesak seiring pesatnya perkembangan kawasan industri terpadu di Kabupaten Batang.
Proses transformasi Kabupaten Batang yang sebelumnya bertumpu pada sektor agribisnis menuju kawasan industri berskala internasional membutuhkan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
“Batang sedang mengalami transformasi dari kabupaten agribisnis ke Batang industrial. Ini tentu tidak mudah. Kita harus banyak mengajarkan tentang ilmu baru, transformasi pengetahuan (knowledge), alih teknologi, serta transformasi mindset lainnya yang dibutuhkan industri,” paparnya.
Peluang Pertukaran Budaya dan Alih Teknologi
Kemitraan strategis antara Pemkab Batang dan ICCCI ini diproyeksikan tidak hanya sekadar memberikan ijazah pendidikan, melainkan membuka ruang pertukaran budaya, pola pikir, hingga penguasaan teknologi mutakhir.
Suyono menekankan pentingnya memanfaatkan peluang keemasan ini menjadi nilai tambah ekonomis serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Batang.
“Bagaimana menjadikan ruang dan peluang ini menjadi nilai ekonomi yang didapatkan dari kerja sama. Tidak semata-mata uang, tetapi bagaimana mengajarkan tentang kebersamaan, baik budayanya maupun hal lain yang bersifat saling menguntungkan kedua belah pihak,” tambahnya.
Melalui program beasiswa edukasi ke China ini, Pemkab Batang optimistis dapat melahirkan generasi muda terampil yang berdaya saing global, memiliki etos kerja tangguh, serta siap mengawal arus investasi dan industri di daerahnya. (*)






