ASLIBATANG.COM, BATANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY mempercepat pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan nasional di lintasan Pantura wilayah Kabupaten Batang hingga Pemalang.
Langkah proaktif ini dilakukan guna menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran arus lalu lintas masyarakat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Jalur Pantura Batang-Pemalang dikenal sebagai salah satu urat nadi transportasi utama di Pulau Jawa yang menampung tingginya pergerakan kendaraan pribadi masyarakat maupun armada angkutan logistik antarkota.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BBPJN Jawa Tengah-DIY, Ridwan Umbara, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik di lapangan saat ini terus dilangsungkan secara maraton di beberapa lokasi strategis.
“Pekerjaan konstruksi terus berlangsung di sejumlah titik karena jalur Pantura ini merupakan akses utama mobilitas warga dan distribusi barang. Kami menargetkan seluruh penanganan yang direncanakan dapat diselesaikan sebelum operasi pengamanan Nataru resmi dimulai,” ujar Ridwan Umbara saat memberikan keterangan di Batang, Selasa (3/11/2026).
Capaian Perkerasan Beton dan Tambahan Rigid Pavement
Ridwan memaparkan bahwa hingga awal November 2026, pengerjaan pengecoran beton atau rigid pavement di lintasan jalan nasional Pantura tersebut telah menembus panjang 7.151 meter.
Rincian perbaikan fisik tersebut tersebar di beberapa titik vital, antara lain perbaikan ruas Batang-Kendal yang telah terealisasi sepanjang 6.043,5 meter.
Selain itu, pekerjaan juga menyasar kawasan perkotaan melalui perbaikan di Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Batang sepanjang 428 meter serta Jalan Dr. Sutomo di wilayah Pekalongan sepanjang 679,5 meter.
Tidak berhenti pada capaian tersebut, pihak BBPJN Jateng-DIY juga melokasikan tambahan pekerjaan rigid pavement baru sepanjang 1,4 kilometer (1.400 meter).
“Tambahan pengerjaan beton ini direncanakan tepat berada di Kilometer 93+735 hingga Kilometer 95+135 sisi kanan. Penanganan ini sangat krusial untuk mendongkrak daya dukung dan kualitas jalan nasional sebelum melonjaknya volume kendaraan saat libur akhir tahun nanti,” terang Ridwan.
Dua Paket Multiyears Jangkau 26,71 Kilometer
Lebih jauh Ridwan menjelaskan, proyek preservasi jalan nasional di lintasan Batang hingga Pemalang terbagi dalam dua paket pekerjaan utama yang menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract/MYC) hingga tahun 2027 mendatang.
Paket pertama difokuskan pada Preservasi Jalan Pekalongan-Batang-Plelen dengan total alokasi panjang penanganan mencapai 17 kilometer.
Adapun paket kedua meliputi Preservasi Jalan Pemalang-Pekalongan dengan total jangkauan penanganan mencapai 9,71 kilometer.
Secara keseluruhan, akumulasi total panjang penanganan fisik dari kedua paket pekerjaan preservasi infrastruktur tersebut mencapai 26,71 kilometer.
Pekerjaan perbaikan jalan dilaksanakan secara bertahap dan terukur sesuai dengan prioritas titik kerusakan serta spesifikasi teknis yang tertuang dalam dokumen kontrak.
Percepatan perbaikan ini menjadi fokus utama pemerintah pusat mengingat potensi lonjakan kendaraan yang signifikan di Jalur Pantura saat periode Nataru mendatang.
Diharapkan, dengan meningkatnya derajat kemantapan jalan nasional di perbatasan Batang-Pemalang ini, arus mudik dan balik wisatawan serta rantai pasok logistik dapat mengalir lancar tanpa kendala. (*)






