ASLIBATANG.COM, BATANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menguatkan sinergi strategis antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil sektor industri.
Langkah konkret tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait penguatan karakter serta kesiapan kerja peserta didik maupun lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di KEK Industropolis Batang, Kamis (20/8/2026).
Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di tengah agenda Diseminasi Program NGOPENI SMK, sekaligus menjadi tindak lanjut nyata dari kesepakatan pengembangan ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sebelumnya telah disepakati Pemprov Jateng sejak Agustus 2025 lalu.
Sinergi ini dihadirkan untuk menjawab tantangan penyerapan tenaga kerja lokal di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri baru di wilayah Kabupaten Batang.
Fokus pada Pengembangan SDM Unggul dan Berkarakter
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, menegaskan bahwa ekosistem industri yang sehat dan berdaya saing tinggi tidak cukup hanya disokong oleh megah bangunan infrastruktur fisik semata.
Lebih dari itu, ketersediaan SDM yang terampil, kompeten, dan siap pakai merupakan kunci utama dalam mengoperasikan serta mengembangkan potensi kawasan industri tersebut.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr Sadimin, menekankan pentingnya pembentukan karakter dasar para siswa sebelum terjun ke dunia kerja.
“Pembentukan karakter kerja sangat krusial, mulai dari aspek integritas, etos kerja yang kuat, ketahanan kerja, kepatuhan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan baru,” terangnya.
Dukungan penuh juga datang dari jajaran legislatif dan pemerintah daerah. Wakil Ketua Komisi III DPRD Jateng, DR Mohammad Saleh, serta Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, secara tegas menyuarakan pentingnya penyusunan kurikulum SMK yang adaptif, dinamis, dan terintegrasi secara langsung dengan standar Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Empat Ruang Lingkup Kerja Sama Vokasi dan Industri
Kemitraan antara KEK Industropolis Batang dan Disdik Jateng ini mencakup empat pilar ruang lingkup utama yang dirancang secara sistematis:
- Penyelarasan Materi: Penyusunan modul pembekalan dan pelatihan kesiapan kerja yang disesuaikan langsung dengan standar operational prosedur (SOP) perusahaan di dalam kawasan.
- Fasilitasi Lapangan: Pembukaan akses untuk kunjungan industri, program magang, Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga fasilitasi uji sertifikasi kompetensi bagi para siswa.
- Praktisi Mengajar: Pelibatan aktif para praktisi dan profesional industri dari KEK Industropolis Batang untuk menjadi mentor, instruktur tamu, hingga penguji kompetensi.
- Penyerapan Tenaga Kerja: Skema rekrutmen lulusan yang objektif, transparan, inklusif, serta bebas biaya melalui optimalisasi peran Bursa Kerja Khusus (BKK).
Melalui keterhubungan (link and match) yang makin erat dan terarah ini, para lulusan SMK di Jawa Tengah, khususnya anak-anak muda di Kabupaten Batang, diharapkan tidak sekadar mengantongi ijazah formal.
Lulusan vokasi diproyeksikan memiliki ketahanan mental, etos kerja tinggi, serta kompetensi profesional yang siap bersaing di era industri modern. (*)






