Relawan MDMC Pemalang Ditemukan Meninggal di Sungai Sikasur

oleh -6 Dilihat

Kabar duka menyelimuti organisasi kemanusiaan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Seorang relawan dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pemalang, Samsul Azkia, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Sikasur pada Sabtu, 5 September 2026. Korban yang tengah mandi di sungai tersebut tidak mampu menyelamatkan diri ketika arus deras tiba-tiba menyeret tubuhnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang segera dikerahkan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat. Bersama dengan tim penyelamat gabungan dan relawan lainnya, proses pencarian intensif dilakukan di sepanjang aliran sungai guna menemukan keberadaan korban secepat mungkin.

banner 336x280

Kronologi Kejadian dan Proses Evakuasi

Peristiwa tragis ini bermula ketika Samsul Azkia sedang beraktivitas di sekitar Sungai Sikasur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban memutuskan untuk mandi di sungai tersebut. Namun, kondisi arus sungai yang dinamis dan diduga memiliki pusaran bawah air yang kuat membuat korban kehilangan kendali hingga akhirnya terseret oleh aliran air yang sangat deras.

Rekan-rekan korban dan warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berusaha memberikan pertolongan pertama, namun derasnya arus menyulitkan upaya penyelamatan manual. Pihak keluarga dan kerabat kemudian segera menghubungi BPBD Pemalang serta aparat kepolisian setempat untuk meminta bantuan evakuasi darurat.

Tim reaksi cepat dari BPBD Pemalang langsung menerjunkan personel penyelamat air (water rescue) lengkap dengan peralatan penyelaman dan perahu karet. Pencarian dilakukan dengan menyisir area sekitar titik awal hilangnya korban hingga beberapa kilometer ke arah hilir sungai. Setelah melakukan pencarian yang cukup melelahkan dan penuh tantangan, jasad Samsul Azkia akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Proses evakuasi jenazah berlangsung dengan penuh haru. Rekan-rekan sesama relawan yang hadir di lokasi tidak dapat menyembunyikan rasa sedih mereka saat melihat tubuh korban diangkat dari permukaan air. Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis luar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Dedikasi MDMC dan Duka Mendalam Dunia Kemanusiaan

Kepergian Samsul Azkia meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi keluarga besar MDMC Pemalang dan seluruh komunitas relawan di Jawa Tengah. MDMC dikenal sebagai salah satu organisasi relawan yang sangat aktif dalam penanggulangan bencana, mulai dari penanganan banjir, tanah longsor, hingga aksi kemanusiaan lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai seorang relawan, almarhum dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi dan selalu siap sedia membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Dedikasi dan keberanian para relawan seperti Samsul Azkia sering kali menuntut mereka untuk berada di garda terdepan dalam situasi-situasi berbahaya. Kehilangan seorang kader kemanusiaan yang tangguh tentu menjadi pukulan berat bagi organisasi.

Solidaritas sesama relawan terlihat sangat kuat selama proses pencarian hingga evakuasi selesai. Puluhan relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan di Pemalang turut hadir memberikan dukungan moral kepada keluarga korban serta membantu kelancaran proses pemulangan jenazah ke rumah duka.

Pentingnya Kewaspadaan di Aliran Sungai

Musibah yang menimpa Samsul Azkia ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai bahaya tersembunyi yang ada di aliran sungai. BPBD Pemalang berulang kali mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama sungai-sungai yang memiliki karakteristik arus bawah yang kuat atau yang rawan mengalami peningkatan debit air secara mendadak.

Beberapa faktor yang perlu diwaspadai saat berada di sungai antara lain:

  • Perubahan cuaca di area hulu yang dapat menyebabkan banjir bandang secara tiba-tiba tanpa adanya tanda-tanda hujan di lokasi hilir.
  • Adanya pusaran air atau arus bawah yang tidak terlihat dari permukaan namun sangat kuat untuk menyeret perenang berpengalaman sekalipun.
  • Kondisi dasar sungai yang tidak rata, berlumpur, atau dipenuhi oleh bebatuan licin yang dapat menyebabkan cedera fisik atau membuat kaki terjepit.

Pihak berwenang berharap agar masyarakat, khususnya para wisatawan dan warga lokal, lebih mengutamakan keselamatan dengan tidak berenang atau mandi di area sungai yang tidak memiliki pengawasan resmi atau yang telah dinyatakan rawan kecelakaan air. Edukasi mengenai keselamatan air (water safety) harus terus ditingkatkan guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Kini, almarhum Samsul Azkia telah berpulang, namun semangat kemanusiaan dan dedikasi yang telah ia tunjukkan selama hidupnya akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekan relawan lainnya untuk terus mengabdi demi kemanusiaan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *