Rampak Rebana Kaum Ibu Meriahkan Wonotunggal Expo Batang

oleh -7 Dilihat

Suara rampak rebana yang dinamis dan harmonis menggema di area Wonotunggal Expo 2026, Kabupaten Batang. Kehadiran kelompok musik tradisional bernuansa Islami ini menjadi salah satu daya tarik utama yang berhasil menyedot perhatian ratusan pengunjung yang memadati lokasi acara. Sebanyak 19 tim rebana yang beranggotakan kaum ibu dari berbagai desa saling beradu kemampuan dan kreativitas demi memperebutkan gelar juara dalam kompetisi seni rebana tingkat kabupaten tersebut.

Melestarikan Budaya Melalui Syiar Islam

Kompetisi seni rebana ini bukan sekadar ajang perlombaan biasa, melainkan juga sarana efektif untuk melestarikan kebudayaan Islam di tengah gempuran modernisasi. Setiap kelompok tampil dengan mengenakan busana muslimah yang serasi dan penuh warna, memadukan ketukan rebana yang rancak dengan lantunan syair pujian serta selawat kepada Rasulullah SAW. Alunan nada merdu yang dibawakan oleh para peserta tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan suasana religius yang sejuk dan menenangkan bagi para penonton.

banner 336x280

Seni rebana sendiri memiliki akar sejarah yang kuat dalam penyebaran Islam di tanah Jawa, khususnya di wilayah pesisir seperti Kabupaten Batang. Melalui kegiatan seperti Wonotunggal Expo ini, tradisi luhur tersebut terus dijaga agar tidak punah dan tetap dicintai oleh generasi penerus. Penilaian dalam kompetisi ini dilakukan secara ketat oleh dewan juri profesional, yang meliputi aspek harmonisasi suara, teknik pukulan rebana, keserasian busana, hingga penjiwaan terhadap syair-syair yang dibawakan oleh para peserta.

Eksistensi Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat

Keterlibatan aktif kaum ibu dalam festival ini menunjukkan eksistensi dan peran penting perempuan dalam pembangunan karakter masyarakat. Di sela-sela kesibukan rumah tangga dan aktivitas sehari-hari, para ibu ini tetap mampu meluangkan waktu untuk berlatih secara disiplin demi menampilkan performa terbaik mereka di atas panggung. Kegiatan positif ini menjadi bukti nyata bahwa kaum perempuan di pedesaan memiliki potensi seni yang luar biasa dan mampu berkontribusi dalam memeriahkan acara-acara besar di tingkat daerah.

Selain sebagai wadah penyaluran bakat, ajang ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi antarwarga dari berbagai desa di Kecamatan Wonotunggal dan sekitarnya. Melalui interaksi yang terjalin selama masa persiapan hingga pelaksanaan lomba, rasa kebersamaan dan gotong royong di antara warga semakin erat. Hal ini sejalan dengan tujuan diselenggarakannya Wonotunggal Expo, yaitu untuk memperkuat persatuan warga sekaligus mempromosikan potensi lokal yang dimiliki oleh setiap wilayah.

Wonotunggal Expo Sebagai Penggerak Ekonomi dan Wisata

Wonotunggal Expo 2026 tidak hanya menyajikan hiburan seni dan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian lokal melalui pameran produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan perlombaan rebana secara langsung memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pedagang makanan, kerajinan tangan, dan pelaku usaha jasa lainnya di sekitar lokasi pameran. Sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif inilah yang membuat gelaran expo ini selalu dinantikan oleh masyarakat setiap tahunnya.

Pemerintah Kabupaten Batang terus mendorong penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai kecamatan sebagai upaya untuk meratakan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berbasis komunitas. Dengan mengintegrasikan seni tradisional seperti rampak rebana ke dalam agenda pameran pembangunan, identitas lokal daerah tetap terjaga dengan baik. Diharapkan, kesuksesan acara ini dapat menginspirasi wilayah lain untuk terus menggali dan menampilkan potensi seni budaya khas masing-masing demi kesejahteraan masyarakat luas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *