Lomba Rebana Ibu-Ibu Meriahkan Wonotunggal Expo Batang

oleh -6 Dilihat

Sebanyak 19 tim rebana kaum ibu turut memeriahkan gelaran Wonotunggal Expo di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dengan alunan nada yang merdu dan syair pujian kepada Rasulullah SAW, para peserta unjuk kebolehan di hadapan dewan juri demi memperebutkan gelar juara dalam kejuaraan seni rebana tingkat kabupaten tersebut.

Semarak Pelestarian Seni Budaya Islam di Batang

Ajang Wonotunggal Expo tahun ini menjadi panggung istimewa bagi kaum ibu untuk menunjukkan eksistensi dan kecintaan mereka terhadap seni budaya Islam. Pertunjukan rampak rebana yang dibawakan secara kolaboratif memadukan harmonisasi pukulan alat musik terbang, lantunan vokal yang jernih, serta gerakan ritmis yang menarik perhatian ribuan pengunjung expo yang memadati area acara.

banner 336x280

Setiap kelompok rebana tampil menawan dengan busana muslimah yang serasi dan berwarna-warni. Kehadiran 19 tim peserta mewakili berbagai kecamatan dan desa di wilayah Kabupaten Batang, membuktikan bahwa seni rebana masih memiliki akar yang sangat kuat di tengah masyarakat setempat. Kompetisi ini tidak hanya sekadar ajang unjuk bakat, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi antaranggota kelompok majelis taklim dan komunitas seni tradisional.

Para juri yang bertugas menilai berbagai aspek pertunjukan secara ketat. Penilaian mencakup ketepatan nada, keharmonisan tabuhan, kejelasan artikulasi syair shalawat, hingga kekompakan penampilan panggung. Semangat antusiasme para peserta terlihat jelas dari persiapan matang yang telah mereka lakukan selama berminggu-minggu sebelum perlombaan dimulai.

Rebana dan Peran Strategis Kaum Ibu dalam Masyarakat

Keterlibatan aktif kaum ibu dalam kejuaraan rebana ini mengandung makna yang sangat mendalam bagi pelestarian tradisi lokal. Di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman yang begitu cepat, kelompok rebana ibu-ibu menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya bernapaskan Islam di tingkat akar rumput.

Seni rebana sendiri memiliki sejarah panjang di tanah Jawa sebagai media syiar agama Islam yang damai dan komunikatif. Melalui lantunan salawat dan syair-syair moral, seni musik tradisional ini menyampaikan pesan kebaikan, kedamaian, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kehadiran ibu-ibu sebagai penggerak utama seni rebana juga memberikan dampak positif bagi pendidikan karakter dalam keluarga, di mana nilai-nilai keagamaan ditanamkan secara halus melalui kesenian.

Selain sebagai sarana syiar dan olah seni, kegiatan rebana bagi kaum ibu juga memiliki fungsi sosial yang sangat krusial. Melalui latihan rutin di majelis taklim atau musala desa, para ibu dapat saling berinteraksi, berbagi informasi, serta membangun solidaritas sosial yang kuat. Hal ini menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung berbagai program pembangunan kemasyarakatan di Kabupaten Batang.

Wonotunggal Expo Ajang Potensi Daerah dan Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan kejuaraan seni rebana ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian Wonotunggal Expo. Pameran tahunan ini dirancang sebagai wadah untuk mempromosikan berbagai potensi daerah, mulai dari produk UMKM, kuliner khas, kerajinan tangan, hingga seni pertunjukan budaya lokal. Kehadiran pengunjung yang membludak untuk menyaksikan lomba rebana memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku usaha kecil yang membuka stan di area pameran.

Pemerintah daerah dan penyelenggara expo berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan berbasis masyarakat. Integrasi antara kegiatan seni budaya dan pameran ekonomi kreatif seperti Wonotunggal Expo dinilai sebagai langkah efektif untuk menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus merawat kearifan lokal.

Melalui kesuksesan gelaran lomba rebana ini, diharapkan semangat untuk melestarikan kebudayaan daerah terus tumbuh di kalangan masyarakat Kabupaten Batang. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun generasi muda, sangat dibutuhkan agar seni pertunjukan tradisional seperti rampak rebana tetap lestari, relevan, dan terus bergelora di masa-masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *