Debit Air Turun 25,4%, PDAM Semarang Atur Aliran 12 Jam

oleh -13 Dilihat

PDAM Tirta Moedal Kota Semarang resmi memberlakukan kebijakan penyesuaian jadwal distribusi air bersih selama 12 jam secara bergilir di sejumlah titik wilayah Semarang Selatan. Langkah operasional ini terpaksa diambil manajemen setelah mencatatkan penurunan debit air baku yang cukup signifikan, yakni mencapai 25,4 persen dari kapasitas normalnya.

Penyesuaian Jadwal Distribusi Air di Semarang Selatan

Penurunan debit air baku yang mendadak ini berdampak langsung pada kapasitas produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang. Dengan berkurangnya volume air yang dapat diolah dan didistribusikan, skema penggiliran aliran air menjadi solusi teknis terbaik untuk memastikan seluruh pelanggan di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses air bersih secara adil dan merata.

banner 336x280

Dalam skema pengaturan 12 jam ini, aliran air akan digilir secara bergantian antarwilayah. Kebijakan ini menyasar beberapa pemukiman dan kawasan padat penduduk di wilayah Semarang Selatan yang mengandalkan sumber air baku terdampak. Selama periode penghentian sementara dalam siklus 12 jam tersebut, tekanan air akan menurun atau mati total sebelum akhirnya mengalir kembali pada jadwal yang telah ditentukan oleh petugas teknis.

Pihak manajemen PDAM mengimbau agar masyarakat yang berada di wilayah terdampak dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menampung air secukupnya saat aliran sedang menyala. Langkah ini sangat penting agar kebutuhan domestik harian, seperti memasak, mandi, dan sanitasi, tetap dapat terpenuhi tanpa terganggu secara signifikan selama masa pembatasan aliran berlangsung.

Dampak Kemarau dan Tantangan Geografis Kota Semarang

Kondisi penurunan debit air hingga lebih dari seperempat dari kapasitas normal ini tidak terlepas dari dinamika cuaca dan perubahan musim yang memicu penurunan curah hujan di kawasan tangkapan air (catchment area). Berkurangnya pasokan air dari sungai maupun sumber mata air permukaan secara langsung menggerus ketersediaan air baku yang menjadi tulang punggung pelayanan air minum perkotaan.

Kota Semarang sendiri memiliki karakteristik topografi yang unik dan menantang, yaitu terbagi menjadi kawasan Semarang Bawah (wilayah pesisir dan dataran rendah) serta Semarang Atas (wilayah perbukitan). Saat debit air baku mengalami penurunan drastis, menjaga tekanan air agar mampu menjangkau wilayah dengan elevasi lebih tinggi menjadi tantangan teknis yang sangat berat bagi operator air minum.

Untuk menghadapi situasi ini, terdapat beberapa imbauan dan langkah efisiensi yang disarankan kepada pelanggan PDAM di kawasan terdampak:

  • Menyediakan Tempat Penampungan Air: Memaksimalkan penggunaan tandon, bak, atau penampung air cadangan di rumah masing-masing.
  • Menghemat Penggunaan Air: Mengurangi aktivitas penggunaan air secara berlebihan dan memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari.
  • Memeriksa Kebocoran Mandiri: Memastikan tidak ada kran atau pipa persil di lingkungan rumah yang mengalami kebocoran agar air tidak terbuang sia-sia.
  • Melaporkan Gangguan Distribusi: Segera menghubungi layanan pelanggan resmi PDAM Tirta Moedal jika pasokan air tidak mengalir sesuai jadwal giliran yang ditetapkan.

Upaya Mitigasi dan Bantuan Pasokan Air Darurat

Sebagai langkah mitigasi penanganan dampak jangka pendek, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang telah menyiapkan armada truk tangki air bersih. Bantuan air bersih melalui truk tangki ini siap didistribusikan secara gratis kepada kelompok pelanggan atau pemukiman warga yang mengalami kekeringan ekstrem atau sama sekali tidak terjangkau oleh penyesuaian aliran giliran 12 jam tersebut.

Masyarakat atau pengurus lingkungan seperti RT dan RW setempat dapat mengusulkan bantuan pengiriman air tangki ini melalui saluran komunikasi resmi, aplikasi pelayanan pelanggan, maupun Call Center PDAM Tirta Moedal. Langkah tanggap darurat ini diharapkan dapat meminimalkan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh warga masyarakat di wilayah Semarang Selatan.

Di sisi lain, PDAM juga terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik intake pasokan air baku serta mengoptimalkan performa mesin pompa pengolahan air. Tim teknis di lapangan disiagakan selama 24 jam untuk melakukan penyesuaian tekanan jaringan (zoning system) guna menyetabilkan alur distribusi serta meminimalkan risiko potensi tingkat kebocoran air non-fisik (Non-Revenue Water) di sepanjang jalur pipa utama.

Manajemen PDAM Tirta Moedal menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan di wilayah Semarang Selatan. Pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya maksimal menjaga kontinuitas pasokan air minum serta memulihkan operasional distribusi kembali normal seiring dengan membaiknya kondisi debit air baku di sumber penampungan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *