Pemanfaatan Limbah FABA PLTU Batang: Terumbu Karang Buatan Mulai Dihuni 19 Spesies Ikan Laut

oleh -114 Dilihat

ASLIBATANG.COM, BATANG – Langkah pemanfaatan material sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Batang menjadi habitat buatan di dasar laut menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan.

Pemasangan struktur terumbu karang buatan tersebut terbukti efektif menarik berbagai biota laut untuk berkembang biak dan berkoloni di perairan Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

banner 336x280

Berdasarkan hasil pemantauan ilmiah terbaru yang dilakukan oleh peneliti Universitas Diponegoro (UNDIP), sebanyak 19 spesies ikan karang berhasil teridentifikasi mendiami kawasan terumbu buatan di titik Karang Sebapang.

Secara keseluruhan, tim mencatat sedikitnya ada 208 individu ikan yang beraktivitas di sekitar struktur habitat buatan tersebut.

Temuan data lapangan ini menjadi indikasi awal yang positif bahwa pemanfaatan material sisa olahan industri berpotensi besar menunjang ekosistem dasar laut yang sempat rusak.

Kendati demikian, pemantauan dan evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mengukur dampak ekologisnya dalam jangka panjang serta memastikan keberlanjutan habitat perairan tersebut.

Riset Berkelanjutan dan Hilirisasi Inovasi Lingkungan

Temuan keberhasilan 19 spesies ikan ini menjadi pijakan utama dalam meluncurkan program hilirisasi riset Artificial Fish Apartment (AFA) serta Artificial Patch Reef (APR).

Program pemulihan ekosistem laut ini merupakan hasil kolaborasi multipihak yang melibatkan peneliti akademisi UNDIP, manajemen PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), dan Pemerintah Kabupaten Batang.

Inisiatif lingkungan ini diarahkan untuk mendukung restorasi habitat laut, menjaga keanekaragaman hayati, serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir utara Batang.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan riset yang diterapkan langsung di lapangan tersebut.

Ia menekankan pentingnya pengaplikasian ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir dan ekosistem laut.

“Ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademik mampu menjadi solusi terhadap problem-problem lingkungan di masyarakat. Keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari manfaat langsung bagi keberlanjutan lingkungan,” ungkap Bupati Faiz.

Penerapan Ekonomi Sirkular Melalui Material FABA

Penggunaan material FABA dari PLTU Batang dalam pembuatan modul AFA dan APR merupakan wujud nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Daripada menjadi limbah sisa pembakaran yang tidak terpakai, FABA diolah sedemikian rupa menjadi material padat yang aman dan fungsional untuk menumbuhkan terumbu karang baru.

Modul Artificial Fish Apartment (AFA) dirancang khusus sebagai tempat perlindungan, pembesaran, dan pemijahan ikan.

Sementara itu, Artificial Patch Reef (APR) difokuskan untuk menyediakan media tempel bagi benih-benih karang alami guna memicu pemulihan struktur terumbu karang dasar laut.

Meski memanfaatkan material sisa pembakaran, penggunaannya tetap melewati serangkaian uji kelayakan ilmiah yang ketat guna memastikan material tidak melepaskan zat berbahaya ke dalam air laut.

Penguatan Restorasi Laut Berkelanjutan

Sejak program ini diluncurkan pada periode 2020 hingga 2025, sebanyak 4 unit AFA dan 8 unit APR telah berhasil ditanam di perairan Batang.

Melihat indikasi positif perkembangan keanekaragaman hayati di lokasi, program diteruskan pada tahun 2026 dengan penambahan 12 unit AFA dan 10 unit APR.

Hingga saat ini, total terdapat 34 unit struktur habitat buatan yang telah terpasang di dasar perairan laut Kabupaten Batang, terdiri dari 16 unit AFA dan 18 unit APR.

Meskipun jumlah struktur terpasang terus bertambah, penambahan unit dan pemantauan berkelanjutan masih akan terus dilakukan demi memastikan keberhasilan pemulihan ekosistem secara menyeluruh.

Melalui sinergi antara dunia industri, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah ini, keberadaan habitat buatan berbasis FABA diharapkan mampu mengembalikan kejayaan populasi ikan laut Batang, sekaligus meningkatkan taraf hidup para nelayan lokal secara berkelanjutan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *