Berhasil Restorasi Laut, 19 Spesies Ikan Ditemukan di Karang Buatan Batang Hasil Kolaborasi UNDIP dan BPI

oleh -74 Dilihat

ASLIBATANG.COM, BATANG – Riset restorasi ekosistem pesisir perairan Kabupaten Batang menunjukkan hasil yang sangat memuaskan.

Sebanyak 19 spesies ikan karang berhasil teridentifikasi hidup dan berkembang biak di salah satu struktur terumbu buatan di kawasan perairan perairan laut Batang, Jawa Tengah.

banner 336x280

Temuan penting yang dirilis oleh peneliti Universitas Diponegoro (UNDIP) tersebut mencatat sedikitnya ada 208 individu ikan yang mendiami lokasi pemantauan kawasan Karang Sebapang.

Data lapangan ini menjadi indikasi kuat bahwa struktur habitat buatan yang dipasang efektif mendukung pemulihan ekosistem dan kehidupan biota laut yang sempat terganggu.

Temuan ilmiah tersebut menjadi landasan utama bagi pengembangan program Artificial Fish Apartment (AFA) serta Artificial Patch Reef (APR).

Program restorasi laut kolaborasi antara UNDIP, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), dan Pemerintah Kabupaten Batang ini resmi diperkuat melalui peluncuran produk hilirisasi riset pada Senin (26/10/2026).

Langkah sinergis ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan habitat dasar laut, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendorong keberlanjutan ekosistem pesisir utara Batang.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas aksi nyata kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi, dan sektor industri tersebut.

Ia menegaskan pentingnya mengubah hasil riset ilmiah menjadi inovasi nyata yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh lingkungan dan masyarakat nelayan lokal.

“Keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari kecanggihan teknologinya semata. Penerapan nyata di lapangan, manfaat bagi ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem lingkungan harus menjadi ukuran utama keberhasilan,” terang Bupati Faiz.

Pemanfaatan FABA dengan Prinsip Ekonomi Sirkular

Dalam teknis pengembangannya, Artificial Fish Apartment (AFA) dirancang khusus untuk menyediakan tempat tinggal, perlindungan, dan pemijahan bagi berbagai jenis ikan.

Sementara itu, Artificial Patch Reef (APR) berfungsi mendukung pemulihan struktur dasar laut sekaligus memicu pertumbuhan terumbu karang alami yang baru.

Menariknya, program konservasi perairan ini memanfaatkan material Fly Ash and Bottom Ash (FABA) yang berasal dari limbah sisa pembakaran PLTU Batang.

Pendekatan ini mengusung prinsip ekonomi sirkular yang ramah lingkungan, di mana material sisa olahan pembuangan disulap menjadi struktur habitat produktif di bawah laut.

Meski memanfaatkan sisa pembakaran, pemanfaatan material FABA tetap melalui kajian ilmiah yang sangat ketat, pengelolaan bertanggung jawab, serta pemantauan berkala oleh tim ahli UNDIP.

Evaluasi rutin terus dilakukan untuk menilai ketahanan material di dalam air laut serta memastikan tidak ada dampak toksik terhadap perkembangan biota laut di sekitar titik pemasangan.

Perluasan Struktur Karang Buatan hingga 34 Unit

Kerja sama ekologis antara BPI dan UNDIP dalam merehabilitasi laut Batang sebenarnya telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Selama periode 2020 hingga 2025, sebanyak empat unit AFA dan delapan unit APR telah berhasil ditanam di dasar perairan Batang.

Melihat hasil positif yang signifikan, program dilanjutkan secara lebih masif pada tahun 2026 dengan melakukan penambahan 12 unit AFA baru dan 10 unit APR.

Dengan penambahan tersebut, total struktur karang buatan yang terpasang di perairan laut Batang kini mencapai 34 unit, yang terdiri atas 16 unit AFA dan 18 unit APR.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menghubungkan riset akademis dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Ke depan, perluasan kawasan restorasi laut ini diharapkan dapat meningkatkan populasi tangkapan ikan lokal, mengembalikan kejayaan ekosistem pesisir, serta meningkatkan taraf kesejahteraan hidup para nelayan tradisional di Kabupaten Batang. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *