Wagub Taj Yasin Dorong Roadmap Wisata Edukasi Batik Jateng

oleh -8 Dilihat

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meninjau stan Pameran Kriyanusa (Kerajinan Nusantara) di Jakarta International Convention Centre (JICC). Dalam kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026 tersebut, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin ini menyampaikan apresiasinya kepada Dekranasda Pusat atas terselenggaranya pameran ini. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mendorong pengembangan potensi kerajinan daerah, khususnya batik, agar naik kelas ke kancah internasional.

Pentingnya Wisata Edukasi Batik di Jawa Tengah

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin mengungkapkan harapannya agar Provinsi Jawa Tengah segera memiliki peta jalan atau roadmap yang jelas mengenai wisata edukasi batik. Menurutnya, batik bukan sekadar komoditas sandang biasa, melainkan warisan budaya takbenda yang sarat akan nilai filosofis dan sejarah. Dengan adanya wisata edukasi, wisatawan tidak hanya datang untuk membeli batik, tetapi juga diajak untuk memahami proses pembuatannya yang rumit, mulai dari mencanting hingga pewarnaan alami.

banner 336x280

Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan nilai tambah dari produk batik itu sendiri. Ketika wisatawan memahami tingkat kesulitan dan nilai seni yang terkandung dalam selembar kain batik tulis, mereka akan lebih menghargai karya para perajin lokal. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM batik di berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Solo, Rembang, dan Banyumas.

Apresiasi untuk Pameran Kriyanusa dan Peran Dekranasda

Gus Yasin juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dekranasda Pusat yang telah memfasilitasi pameran berskala nasional ini. Pameran Kriyanusa menjadi wadah yang sangat efektif bagi para perajin dari Jawa Tengah untuk memamerkan produk unggulan mereka kepada khalayak yang lebih luas, termasuk pembeli potensial dari dalam dan luar negeri. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat melalui Dekranasda terbukti mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk kriya lokal.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, menambahkan bahwa keikutsertaan Jawa Tengah dalam pameran ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam membina dan mempromosikan produk kerajinan daerah. Dekranasda Jateng terus berupaya memberikan pelatihan, pendampingan kualitas produk, hingga fasilitasi pemasaran digital agar produk kriya Jateng mampu bersaing di pasar global. Melalui pameran seperti Kriyanusa, kualitas produk kerajinan Jawa Tengah terus diuji dan ditingkatkan standarnya agar memenuhi selera pasar modern tanpa kehilangan identitas tradisionalnya.

Membangun Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan

Gagasan mengenai roadmap wisata edukasi batik ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan sektor kerajinan dan pariwisata, Jawa Tengah dapat menciptakan daya tarik wisata baru yang ramah lingkungan dan berbasis komunitas. Wisatawan masa kini cenderung mencari pengalaman otentik (authentic experience), dan belajar membatik langsung dari maestro perajin di desa-desa wisata adalah jawaban yang sangat tepat untuk tren tersebut.

Selain itu, program edukasi ini juga sangat penting untuk menjamin keberlangsungan industri batik di masa depan melalui regenerasi perajin. Saat ini, tantangan terbesar industri batik adalah minimnya minat generasi muda untuk meneruskan profesi sebagai pembatik. Dengan mengemas batik sebagai bagian dari gaya hidup dan wisata edukasi yang menarik, diharapkan generasi muda akan lebih tertarik untuk mempelajari, melestarikan, dan mengembangkan industri kreatif ini dengan sentuhan inovasi teknologi modern.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, Dekranasda, pelaku usaha, dan akademisi, perumusan roadmap wisata edukasi batik ini diharapkan dapat segera terealisasi. Langkah konkret ini tidak hanya akan memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai pusat batik nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *