Kapolres Purworejo, AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum, memberikan penyuluhan serta edukasi langsung kepada sekitar 750 siswa SMK YPP Purworejo. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran para pelajar terkait keamanan digital, bahaya penipuan daring, ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, serta pentingnya menjaga ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ancaman Penipuan Online dan Pinjol Ilegal di Kalangan Pelajar
Di era digital yang berkembang sangat pesat, penggunaan gawai pintar dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari para remaja. Namun, tingginya intensitas penggunaan teknologi tanpa diimbangi dengan literasi digital yang memadai justru membuka celah bagi munculnya berbagai tindak kejahatan siber. Para siswa sekolah menengah kerap menjadi target empuk aksi penipuan online karena minimnya pengalaman dalam mengenali modus-modus kejahatan di dunia maya.
Salah satu ancaman nyata yang menjadi sorotan utama dalam penyuluhan ini adalah maraknya penawaran pinjaman online ilegal serta modus iming-iming investasi bodong yang menyasar generasi muda. Kepolisian mengingatkan bahwa pinjol ilegal sering kali menggunakan trik kemudahan syarat pengajuan tanpa verifikasi ketat, yang pada akhirnya menjerat korbannya dengan bunga mencekik serta intimidasi saat penagihan. Bagi pelajar yang belum memiliki penghasilan mandiri, keterlibatan dalam ranah ini bisa membawa dampak psikologis dan finansial yang sangat merusak, baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
Selain penipuan berbasis finansial, penyebaran informasi palsu atau hoaks, kejahatan siber berbasis pencurian data pribadi (phishing), hingga godaan judi online juga menjadi poin krusial yang ditegaskan oleh Polres Purworejo. Pelajar diminta untuk lebih bijak, teliti, dan kritis sebelum membagikan informasi pribadi atau mengeklik tautan tidak dikenal yang berpotensi meretas gawai mereka.
Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penguatan Kamtibmas
Tak hanya fokus pada aspek keamanan siber, sosialisasi yang diikuti secara antusias oleh 750 siswa SMK YPP Purworejo ini juga membahas pencegahan kenakalan remaja di dunia nyata. Kapolres Purworejo menekankan pentingnya menjauhi berbagai bentuk perilaku menyimpang seperti aksi tawuran antarsekolah, penyalahgunaan narkotika, balap liar, hingga keanggotaan dalam geng motor yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Purworejo.
Edukasi semacam ini dipandang sangat strategis mengingat usia remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terpengaruh oleh lingkungan sekitar maupun tren negatif di media sosial. Melalui pendekatan persuasif dan komunikatif, jajaran kepolisian berusaha membangun kedekatan emosional dengan para siswa, sehingga polisi tidak lagi dipandang sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai pelindung dan mitra bagi generasi muda dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Pihak kepolisian juga mengimbau para pelajar untuk lebih berani menolak ajakan kegiatan negatif serta tidak ragu untuk melaporkan segala bentuk tindakan perundungan (bullying) atau potensi gangguan keamanan yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.
Sinergi Sekolah, Keluarga, dan Kepolisian
Upaya membentengi para siswa dari berbagai ancaman kejahatan modern membutuhkan kolaborasi yang solid dan berkesinambungan antara pihak sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum. Sekolah berperan penting dalam memberikan pengawasan serta penguatan karakter moral saat siswa berada di lingkungan pendidikan. Sementara itu, peran keluarga sangat vital dalam memantau perubahan perilaku anak serta pola penggunaan media sosial di rumah.
Langkah preventif yang diluncurkan oleh Polres Purworejo di SMK YPP Purworejo ini diharapkan dapat membentuk pilar pertahanan diri bagi para siswa. Dengan berbekal pemahaman hukum serta literasi digital yang mumpuni, para pelajar diharapkan mampu memilah mana informasi yang bermanfaat dan mana potensi ancaman yang dapat merugikan masa depan mereka.
Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan seluruh peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan dan duta keselamatan digital bagi teman sebaya serta masyarakat luas. Kesadaran kolektif yang terbangun dari lingkungan sekolah ini menjadi modal utama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan harmonis di Kabupaten Purworejo secara berkelanjutan.






