Komite SD TBS Kudus sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan interaktif bagi para siswanya pada Ahad, 20 September 2026. Kegiatan yang mengusung tema unik “Ternyata Telinga, Hidung, dan Tenggorokan Itu Berteman, Lho…” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak sejak dini mengenai pentingnya menjaga kesehatan organ THT. Bertempat di halaman sekolah, acara yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh ratusan murid serta para guru pendamping.
Praktik Langsung Cuci Hidung dan Pemeriksaan Telinga
Dalam kegiatan bertajuk “Yuk Belajar Sama Bu Dokter” ini, pihak komite sekolah menghadirkan dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorok, Bedah Kepala dan Leher (THT-BKL) sebagai pemateri utama. Kehadiran praktisi medis profesional ini memberikan kesempatan langka bagi para siswa untuk berinteraksi langsung dan bertanya mengenai berbagai kebiasaan sehat sehari-hari. Tidak hanya mendengarkan pemaparan materi secara teori, para siswa juga diajak untuk melakukan praktik langsung yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mereka.
Salah satu agenda utama yang paling menarik perhatian adalah praktik cuci hidung menggunakan cairan saline steril. Dokter spesialis memberikan panduan langkah demi langkah mengenai cara membersihkan rongga hidung dengan aman dan benar. Praktik ini sangat penting diajarkan kepada anak-anak untuk membantu membersihkan debu, kotoran, serta alergen yang terhirup sehari-hari, sekaligus mencegah terjadinya infeksi saluran pernapasan dan sinusitis. Para siswa tampak berani dan antusias mencoba melakukan sendiri proses cuci hidung tersebut di bawah pengawasan medis.
Selain praktik cuci hidung, tim medis juga melakukan pemeriksaan telinga secara langsung kepada para siswa menggunakan alat otoskop. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya penumpukan kotoran telinga (serumen) atau indikasi infeksi telinga tengah yang sering kali tidak disadari oleh anak-anak maupun orang tua. Melalui pemeriksaan ini, anak-anak diberikan pemahaman bahwa membersihkan telinga tidak boleh dilakukan secara sembarangan, terutama dengan menggunakan korek kuping (cotton bud) yang justru berisiko mendorong kotoran masuk lebih dalam.
Pentingnya Menjaga Kesehatan THT Sejak Dini
Organ telinga, hidung, dan tenggorokan memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam sistem tubuh manusia. Infeksi atau gangguan pada salah satu organ tersebut dapat dengan mudah memengaruhi organ lainnya. Sebagai contoh, kondisi flu atau batuk yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran Eustachius, yang menghubungkan hidung dengan telinga tengah, sehingga memicu terjadinya infeksi telinga atau otitis media pada anak-anak.
Gangguan pada organ THT juga dapat berdampak langsung pada proses belajar mengajar anak di sekolah. Penurunan fungsi pendengaran akibat penumpukan kotoran telinga atau infeksi dapat membuat siswa kesulitan mendengar penjelasan guru dengan jelas. Sementara itu, hidung tersumbat kronis akibat alergi atau sinusitis dapat mengganggu kualitas tidur anak di malam hari, yang pada akhirnya menurunkan konsentrasi dan stamina mereka saat belajar di siang hari. Oleh karena itu, edukasi preventif seperti ini sangat krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Sinergi Komite Sekolah dan Peran Aktif Orang Tua
Inisiatif yang dilakukan oleh Komite SD TBS Kudus ini menunjukkan betapa pentingnya peran aktif organisasi orang tua murid dalam mendukung program sekolah, khususnya di bidang kesehatan. Kolaborasi antara komite sekolah, pihak sekolah, dan tenaga profesional kesehatan menciptakan lingkungan belajar yang holistik, di mana aspek akademis dan kesehatan fisik siswa mendapatkan perhatian yang seimbang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat membawa pulang kebiasaan-kebiasaan baik yang telah dipelajari dan mempraktikkannya di rumah bersama keluarga. Edukasi yang dikemas secara menyenangkan dan interaktif terbukti lebih efektif tertanam dalam ingatan anak-anak dibandingkan dengan metode ceramah satu arah. Program preventif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala guna menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap kebersihan diri sejak usia sekolah dasar.






