Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pekalongan menggelar kegiatan pelatihan dan simulasi penanganan kebakaran bagi warga Kelurahan Kuripan Yosorejo (Kuryos), Kecamatan Pekalongan Selatan. Langkah antisipatif ini diambil menyusul maraknya insiden kebakaran yang terjadi di kawasan Bong Cino dalam beberapa waktu terakhir. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan praktis untuk memadamkan kobaran api secara cepat dan tepat sebelum situasi membesar.
Tingginya Frekuensi Kebakaran di Area Bong Cino
Kawasan Bong Cino di Kelurahan Kuripan Yosorejo dikenal sebagai salah satu titik rawan kebakaran lahan di Kota Pekalongan. Berdasarkan catatan dan laporan setempat, sedikitnya telah terjadi tujuh kali peristiwa kebakaran di lokasi tersebut. Kebakaran kerap dipicu oleh tumpukan sampah kering, semak belukar yang mengering saat musim kemarau, serta aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Tiupan angin kencang di area terbuka tersebut acapkali membuat kobaran api meluas dengan cepat dan mengancam pemukiman warga di sekitarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius dari Satuan Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan. Tingginya frekuensi kebakaran di lokasi yang sama menandakan perlunya langkah mitigasi berbasis masyarakat. Selain keterbatasan personel dan armada yang harus siap sedia melayani seluruh wilayah kota, jarak tempuh serta aksesibilitas menuju titik lokasi sering kali memerlukan waktu. Oleh karena itu, pertolongan pertama dari warga sekitar menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran kecil agar tidak meluas menjadi bencana yang merugikan harta benda maupun keselamatan jiwa.
Materi Edukasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran
Dalam kegiatan pelatihan yang berlangsung interaktif tersebut, petugas Damkar Pekalongan memberikan pembekalan materi secara teori dan praktik langsung di lapangan. Warga Kuripan Yosorejo diajarkan teknik penanganan kebakaran mulai dari tingkat dasar. Materi yang diberikan mencakup pengenalan potensi bahaya kebakaran di lingkungan rumah tangga dan lahan terbuka, cara mengidentifikasi jenis-jenis sumber api, hingga metode pemadaman yang aman dan efektif.
Petugas memberikan peragaan penggunaan alat pemadam tradisional seperti karung goni atau kain tebal yang dibasahi air. Metode menutup titik api dengan kain basah ini sangat efektif untuk memadamkan kebakaran skala kecil, khususnya yang disebabkan oleh kompor atau kebocoran tabung gas LPG. Warga diajarkan untuk tetap tenang, tidak panik, serta memperhatikan arah angin saat mendekati sumber api agar penanganan berjalan aman tanpa mengancam keselamatan diri sendiri.
Selain metode tradisional, warga Kuryos juga dilatih mengoperasikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara benar. Petugas menjelaskan prinsip penggunaan APAR, mulai dari menarik pin pengaman, mengarahkan corong ke pangkal api, menekan tuas, hingga menyemprotkan bahan pemadam secara merata. Simulasi langsung dilakukan di lokasi dengan melibatkan perwakilan warga, termasuk ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat, guna memastikan mereka benar-benar menguasai teknik tersebut.
Penguatan Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana
Pelatihan ini disambut antusias oleh masyarakat Kuripan Yosorejo yang selama ini merasa resah dengan berulangnya kejadian kebakaran di area Bong Cino. Pembekalan dari petugas Damkar memberikan rasa percaya diri bagi warga untuk bertindak cepat ketika melihat potensi bahaya api. Kehadiran relawan pemadam kebakaran dari unsur masyarakat lokal dinilai sangat strategis sebagai garda terdepan penanggulangan bencana di tingkat kelurahan.
Langkah pembentukan dan pembinaan masyarakat tanggap kebakaran ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem mitigasi bencana terpadu. Ketika masyarakat memiliki kesadaran dan keahlian dasar dalam menangani api, tingkat risiko kerugian akibat kebakaran dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara warga, pemerintah kelurahan, dan petugas pemadam kebakaran menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pemukiman yang aman dan tangguh bencana.
Imbauan dan Langkah Pencegahan Berkelanjutan
Pihak Damkar Kota Pekalongan senantiasa mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan kebiasaan yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta untuk tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di area lahan kosong atau rumput kering seperti di kawasan Bong Cino. Pembakaran sampah tanpa pengawasan ketat sangat berbahaya karena percikan api dapat berpindah terbawa angin dan membakar material kering di sekitarnya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan regulator gas di rumah masing-masing demi mencegah terjadinya korsleting atau kebocoran gas. Apabila terjadi kebakaran yang sulit dikendalikan, warga diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan agar armada pemadam dapat diterjunkan dengan cepat. Melalui kombinasi kesadaran masyarakat dan kesiapsiagaan petugas, diharapkan angka kejadian kebakaran di Kota Pekalongan dapat ditekan semaksimal mungkin.






