Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang merangkul para pengelola media sosial, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), serta Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) untuk memperkuat strategi promosi potensi pariwisata daerah. Langkah strategis ini ditegaskan dalam ajang Sosialisasi Peran Media Sosial dalam Menyukseskan Pariwisata Kabupaten Batang yang diselenggarakan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Batang pada Rabu.
Sinergi Multi-Pihak Mengangkat Potensi Pariwisata Daerah
Upaya melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegiat media sosial hingga praktisi seni tradisional, dinilai sebagai langkah konkret dalam membangun citra positif pariwisata Kabupaten Batang secara berkelanjutan. Pemerintah daerah menyadari bahwa di era transformasi digital saat ini, penyebaran informasi yang cepat, akurat, dan menarik sangat bergantung pada keaktifan para kreator konten serta pengelola kanal komunikasi berbasis komunitas.
Admin media sosial memiliki peran vital dalam menjangkau generasi muda dan wisatawan milenial melalui konten visual yang interaktif, seperti video pendek, foto estetis, serta ulasan tempat wisata. Di sisi lain, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bertindak sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggali keunikan lokal dari tingkat desa. Sementara itu, FK Metra memanfaatkan kesenian serta media tradisional untuk menyampaikan pesan-pesan pariwisata dengan pendekatan kebudayaan lokal yang khas dan dekat dengan masyarakat setempat.
Sinergi antara pengelola komunikasi digital dan tradisional ini diharapkan dapat mengikis sekat informasi, sehingga daya tarik wisata Kabupaten Batang dapat terpublikasi secara masif, baik di ranah publik lokal, nasional, maupun internasional.
Menyongsong Target Pariwisata Batang Tahun 2027
Langkah penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas lini ini ditujukan untuk mempersiapkan Kabupaten Batang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah pada tahun 2027 mendatang. Kabupaten Batang memiliki keanekaragaman potensi wisata yang sangat kaya dan beraneka ragam, mulai dari kawasan dataran tinggi seperti Kebun Teh Pagilaran, keindahan alam pesisir Pantai Sigandu, hingga berbagai objek wisata air terjun serta destinasi kuliner khas daerah yang potensial untuk terus dikembangkan.
Selain keindahan alam, pesatnya pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) juga diperkirakan akan membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan jumlah kunjungan ke daerah ini. Kehadiran para pekerja, investor, dan pendatang baru meningkatkan kebutuhan akan informasi rekreasi lokal yang mudah diakses. Oleh sebab itu, kesiapan ekosistem promosi digital menjadi prasyarat mutlak dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi tersebut.
Mengoptimalkan Peran KIM dan FK Metra dalam Branding Digital
Pemanfaatan platform media sosial tidak hanya sekadar mengunggah gambar atau video, melainkan memerlukan narasi yang kuat (storytelling) serta konsistensi pesan. Melalui sosialisasi ini, Diskominfo Batang mendorong para peserta agar mampu mengemas potensi desa wisata, produk UMKM lokal, dan kegiatan kebudayaan menjadi konten yang bernilai jual tinggi di ruang publik digital.
FK Metra dapat mengintegrasikan pesan pariwisata ke dalam pertunjukan seni tutur, pertunjukan rakyat, atau teater tradisional yang kemudian didokumentasikan dan diunggah ke platform digital. Di saat yang sama, KIM berperan memetakan potensi lokal desa yang belum terjamah publik, sehingga mampu menciptakan variasi destinasi alternatif bagi wisatawan yang menyukai konsep wisata edukasi maupun ekowisata.
Selain itu, penguatan literasi digital bagi para pengelola media sosial juga penting untuk memastikan bahwa promosi yang dilakukan tetap mengedepankan etika, kejujuran informasi, dan menghindari penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat merugikan citra pariwisata daerah.
Melalui kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah daerah, komunitas informasi, penggiat seni, dan pegiat media sosial, Kabupaten Batang optimistis mampu membangun ekosistem pariwisata yang responsif dan berdaya saing tinggi. Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat ini diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan, menggerakkan roda perekonomian warga lokal, serta menyukseskan visi pariwisata Batang menuju tahun 2027.






