Tekan Pengangguran, Disnaker Batang Gelar Walk-In Interview

oleh -7 Dilihat

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka pengangguran di wilayahnya melalui berbagai langkah agresif. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang yang meluncurkan program inovatif bernama Dapat Kerja (DAKER). Hingga tanggal 7 September 2026, program ini mencatatkan keberhasilan luar biasa dengan menyerap sebanyak 1.685 pencari kerja ke dalam berbagai sektor dunia kerja.

Strategi Jemput Bola Lewat Walk-In Interview di Sekolah

Untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mencapai target ambisius sekitar 400 orang terserap setiap bulannya, Disnaker Batang kini menerapkan strategi jemput bola. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menyelenggarakan layanan walk-in interview langsung di lingkungan sekolah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Langkah ini dinilai sangat strategis karena langsung menyasar para lulusan muda atau fresh graduates yang siap memasuki dunia kerja namun sering kali terkendala akses informasi dan birokrasi pendaftaran kerja yang rumit.

banner 336x280

Layanan wawancara langsung di sekolah ini tidak hanya mempermudah para siswa yang baru lulus untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan perusahaan, tetapi juga memangkas rantai proses rekrutmen yang biasanya memakan waktu lama. Dengan menghadirkan perusahaan-perusahaan mitra langsung ke sekolah, para pencari kerja muda dapat langsung menunjukkan potensi terbaik mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya akomodasi yang besar. Hal ini diharapkan mampu mendongkrak angka penyerapan tenaga kerja lokal secara signifikan setiap bulannya.

Selain itu, program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para siswa mengenai kebutuhan nyata dunia industri saat ini. Melalui interaksi langsung dengan pihak manajemen sumber daya manusia (HRD) dari berbagai perusahaan, para siswa dapat memahami kompetensi, keahlian, serta sikap kerja seperti apa yang paling dicari oleh pasar kerja modern. Dengan demikian, pihak sekolah juga dapat menyesuaikan kurikulum atau metode pembelajaran mereka agar lebih selaras dengan kebutuhan industri.

Keberhasilan Program DAKER dan Dukungan Anggaran Daerah

Keberhasilan penyerapan 1.685 pencari kerja per awal September 2026 ini tidak lepas dari dukungan penuh anggaran daerah. Berdasarkan data yang dirilis, mayoritas pencari kerja yang berhasil ditempatkan, yaitu sebanyak 1.616 orang, masuk melalui jalur pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sementara itu, sebanyak 69 orang lainnya berhasil terserap melalui jalur non-APBD atau mandiri. Angka-angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran pemerintah daerah dalam memfasilitasi warganya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Pendanaan dari APBD ini dialokasikan untuk berbagai program pendukung, mulai dari pelatihan kerja berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK), sertifikasi profesi, hingga penyelenggaraan bursa kerja (job fair) dan layanan konseling karier. Dengan adanya subsidi dan fasilitas gratis dari pemerintah daerah, para pencari kerja dari kalangan keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan keterampilan mereka agar memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Batang.

Sinergi antara Disnaker, lembaga pelatihan, dan sektor swasta menjadi kunci utama di balik efektivitas penggunaan anggaran ini. Pemerintah Kabupaten Batang memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD untuk program ketenagakerjaan benar-benar memberikan dampak nyata berupa penempatan kerja, bukan sekadar pelatihan tanpa kejelasan penyaluran. Hal ini terbukti dari tingginya angka penyerapan yang mendekati target bulanan yang telah dicanangkan.

Tantangan dan Peluang di Tengah Industrialisasi Batang

Kabupaten Batang saat ini sedang mengalami fase transformasi ekonomi yang sangat pesat, terutama dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Kehadiran kawasan industri raksasa ini membawa peluang sekaligus tantangan besar bagi masyarakat lokal. Di satu sisi, ribuan lowongan pekerjaan baru tercipta di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, logistik, hingga teknologi. Namun di sisi lain, persaingan untuk memperebutkan pekerjaan tersebut juga semakin ketat karena datangnya pencari kerja dari luar daerah.

Oleh karena itu, langkah agresif Disnaker Batang dalam memfasilitasi penyerapan tenaga kerja lokal melalui program DAKER dan layanan langsung di sekolah merupakan langkah antisipatif yang sangat tepat. Pemerintah daerah berkomitmen agar warga asli Batang tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan industri di tanah kelahiran mereka. Melalui persiapan yang matang sejak bangku sekolah, generasi muda Batang diharapkan mampu bersaing secara sehat dan mengisi posisi-posisi strategis di berbagai perusahaan multinasional yang menanamkan modalnya di Batang.

Ke depan, konsistensi dalam menjalankan program ini akan menjadi penentu utama keberhasilan penuntasan masalah pengangguran di Batang. Dengan target penyerapan hingga 400 orang per bulan, kolaborasi yang erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri harus terus diperkuat. Jika momentum positif ini dapat terus dipertahankan, maka angka pengangguran di Kabupaten Batang diproyeksikan akan menurun drastis, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *