Toko Kelontong di Muntilan Terbakar Akibat Uap Pertalite

oleh -7 Dilihat

Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah toko kelontong yang terletak di Dusun Gejagan, Desa Sriwedari, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Insiden tragis yang terjadi pada Rabu (9/9/2026) ini diduga kuat dipicu oleh uap bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang menyambar kobaran api dari sebatang lilin. Akibat kejadian tersebut, bangunan toko beserta seluruh isinya hangus terbakar dan menyisakan puing-puing abu yang memprihatinkan.

Kronologi Kejadian dan Penyebab Kebakaran

Menurut informasi yang dihimpun dari para saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa ini bermula ketika pemilik toko sedang melakukan aktivitas pemindahan atau pengisian bensin Pertalite ke dalam wadah eceran. Karena kondisi pencahayaan yang kurang atau adanya pemadaman listrik, pemilik toko menyalakan sebatang lilin sebagai alat penerangan sementara di dekat area penyimpanan bahan bakar tersebut. Karakteristik Pertalite yang sangat mudah menguap pada suhu ruang membuat gas yang tidak kasat mata tersebut dengan cepat memenuhi ruangan yang minim ventilasi.

banner 336x280

Ketika uap bensin yang terakumulasi di udara mencapai radius jangkauan api lilin, seketika itu juga terjadi sambaran api yang sangat cepat. Sambaran tersebut memicu ledakan kecil yang langsung diikuti oleh kobaran api besar. Pemilik toko yang terkejut tidak sempat memadamkan api karena si jago merah dengan sangat cepat merambat ke seluruh penjuru bangunan. Toko kelontong yang umumnya menyimpan berbagai barang mudah terbakar seperti minyak goreng, tabung gas elpiji, bahan plastik, kertas, dan bahan pokok lainnya membuat api semakin sulit dikendalikan.

Warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke angkasa langsung berhamburan keluar rumah. Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan selang air warga, mereka berusaha bahu-membahu memadamkan api agar tidak merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Namun, karena kandungan bahan bakar minyak yang cukup banyak di dalam toko, upaya pemadaman mandiri tersebut tidak membuahkan hasil yang signifikan.

Upaya Pemadaman dan Dampak Kerugian

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang yang menerima laporan darurat segera mengerahkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran beserta personel penyelamat menuju lokasi kejadian di Dusun Gejagan. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan lokalisasi area kebakaran guna mencegah api menjalar ke bangunan pemukiman padat penduduk yang berada tepat di samping kanan dan kiri toko kelontong tersebut.

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra keras dan menggunakan cairan khusus berupa busa (foam) untuk menjinakkan api yang bersumber dari bahan bakar minyak, karena air biasa terkadang justru membuat bensin yang terbakar menyebar lebih luas. Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi menyala kembali.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, kerugian materiil yang diderita oleh pemilik toko diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Seluruh struktur bangunan toko kelontong tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah dan nyaris rata dengan tanah. Selain kehilangan tempat usaha, seluruh barang dagangan yang menjadi sumber mata pencaharian utama keluarga korban kini telah berubah menjadi abu.

Pentingnya Edukasi Keselamatan Penjualan BBM Eceran

Insiden kebakaran di Muntilan ini menjadi alarm keras sekaligus pelajaran berharga bagi masyarakat luas, khususnya para pelaku usaha mikro yang menjual bahan bakar minyak secara eceran di lingkungan rumah tinggal. Penjualan BBM eceran, baik yang dikemas dalam botol kaca maupun menggunakan mesin pompa digital atau yang sering disebut Pertamini, memiliki risiko bahaya kebakaran yang sangat tinggi jika tidak dibarengi dengan pemahaman prosedur keselamatan yang ketat.

Bahan bakar minyak jenis bensin memiliki sifat fisik yang sangat fluktuatif dan mudah menguap bahkan pada suhu dingin sekalipun. Uap bensin ini memiliki massa jenis yang lebih berat daripada udara, sehingga cenderung mengalir di permukaan lantai dan dapat menjangkau sumber api yang letaknya cukup jauh dari wadah bensin itu sendiri. Oleh karena itu, sangat dilarang keras menyalakan korek api, merokok, menyalakan lilin, atau menggunakan perangkat elektronik yang dapat memicu percikan api di dekat area penyimpanan BBM.

Pihak kepolisian setempat dan dinas terkait terus mengimbau kepada para pedagang eceran untuk selalu menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di tempat usaha mereka sebagai langkah antisipasi awal jika terjadi kebakaran kecil. Selain itu, proses pengisian ulang bahan bakar harus selalu dilakukan di ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik dan dilakukan pada siang hari guna menghindari penggunaan alat penerangan darurat yang berbahaya seperti lilin atau lampu teplok.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *