Universitas Pancasakti (UPS) Tegal memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sebagai langkah nyata, mahasiswa baru diwajibkan mengikuti tes urine dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan pemeriksaan ini berlangsung dengan tertib di Auditorium Darjoen Senoatmodjo pada Senin (7/9).
Langkah Preventif Sejak Dini di Lingkungan Kampus
Pelaksanaan tes urine bagi mahasiswa baru ini merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan oleh pihak rektorat UPS Tegal. Kampus menilai bahwa deteksi dini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh civitas akademika, terutama mahasiswa yang baru memasuki dunia perkuliahan, terhindar dari bahaya laten narkoba. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa universitas tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif di lingkungan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa baru mengantre dengan tertib untuk memberikan sampel urine mereka kepada petugas medis yang telah ditunjuk. Proses pemeriksaan ini dilakukan secara transparan dan profesional guna memastikan keakuratan hasil. Melalui kegiatan ini, UPS Tegal ingin menanamkan kesadaran sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di kampus bahwa prestasi akademik hanya dapat diraih dengan tubuh dan jiwa yang sehat.
Pihak panitia PKKMB menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan instrumen penting dalam menyaring dan memetakan kondisi kesehatan mahasiswa. Dengan mengetahui kondisi awal mahasiswa, pihak kampus dapat memberikan pembinaan dan edukasi yang tepat sasaran selama masa studi mereka ke depan.
Sinergi Mewujudkan Kampus Bersih Narkoba
Komitmen UPS Tegal dalam memerangi narkoba sejalan dengan program nasional yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu mewujudkan Kampus Bersih Narkoba (Bersinar). Lingkungan perguruan tinggi sering kali menjadi sasaran empuk bagi para pengedar narkoba karena usia mahasiswa yang masih dalam masa transisi dan rentan terhadap pengaruh lingkungan. Oleh karena itu, benteng pertahanan di tingkat kampus harus diperkuat secara konsisten.
Selain tes urine, program pencegahan ini biasanya diintegrasikan dengan berbagai kegiatan edukatif lainnya. Kampus merencanakan sosialisasi berkala mengenai bahaya narkoba, baik melalui seminar, kuliah umum, maupun kampanye kreatif di media sosial. Sinergi antara pihak akademisi, mahasiswa, dan lembaga terkait diharapkan dapat mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba di wilayah Tegal dan sekitarnya.
Dampak dari penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa sangat merusak, tidak hanya bagi kesehatan fisik dan mental individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi masa depan bangsa. Mahasiswa yang terjerumus dalam lingkaran setan narkoba cenderung mengalami penurunan prestasi akademis, kehilangan motivasi belajar, hingga potensi putus kuliah yang tinggi. Hal inilah yang ingin dicegah sekecil mungkin oleh UPS Tegal melalui kebijakan skrining kesehatan yang ketat ini.
Peran Aktif Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Upaya menciptakan kampus yang bersih dari narkoba tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya partisipasi aktif dari mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi objek dari kebijakan ini, melainkan juga menjadi subjek atau agen perubahan yang aktif mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan pertemanan mereka.
Melalui organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa, gerakan antinarkoba dapat disebarluaskan dengan cara yang lebih interaktif dan relevan bagi generasi muda. Edukasi sebaya dinilai sangat efektif karena mahasiswa cenderung lebih terbuka untuk saling mengingatkan satu sama lain mengenai bahaya pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
Dengan dimulainya langkah tegas melalui tes urine pada PKKMB ini, UPS Tegal berharap dapat mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi tanpa kontaminasi narkoba. Langkah konsisten ini diharapkan dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang demi menjaga marwah institusi pendidikan sebagai tempat lahirnya para pemimpin bangsa yang berintegritas.






