Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mengambil langkah cepat dengan melakukan pengerukan dan normalisasi Sungai Kaliaji yang terletak di Kecamatan Kaliwungu. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana banjir menjelang datangnya musim hujan. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa normalisasi ini menjadi prioritas utama demi keselamatan dan kenyamanan warga sekitar.
Dampak Sedimentasi Selama Dua Dekade
Sungai Kaliaji dilaporkan tidak pernah mendapatkan penanganan pengerukan yang signifikan selama hampir 20 tahun terakhir. Akibat pembiaran yang berlangsung selama dua dekade tersebut, sungai ini mengalami sedimentasi atau pendangkalan yang sangat parah. Lumpur, pasir, dan tumpukan sampah yang terbawa arus dari hulu mengendap di dasar sungai, sehingga mengurangi kedalaman dan kapasitas tampung air secara drastis.
Ketika debit air meningkat tajam saat intensitas hujan tinggi, Sungai Kaliaji tidak lagi mampu mengalirkan air dengan optimal menuju muara. Akibatnya, air sungai kerap meluap dan menggenangi kawasan pemukiman warga serta area pertanian di sekitarnya. Kondisi ini tentu sangat merugikan masyarakat Kaliwungu yang setiap tahunnya harus waswas menghadapi ancaman banjir luapan sungai.
Kerugian yang ditimbulkan oleh banjir tidak hanya berupa kerusakan material pada rumah dan infrastruktur jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas perekonomian warga. Kaliwungu, sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan keagamaan di Kabupaten Kendal, sangat membutuhkan sistem drainase dan aliran sungai yang sehat agar roda perekonomian tetap berjalan tanpa hambatan selama musim penghujan.
Langkah Strategis Mitigasi Bencana Pemkab Kendal
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menjelaskan bahwa program normalisasi sungai pada tahun ini difokuskan pada tiga ruas sungai utama yang dinilai paling kritis. Salah satu fokus utama dari program ini adalah Sungai Kaliaji di Kecamatan Kaliwungu. Dengan menurunkan alat berat ke lokasi, petugas mulai mengeruk endapan lumpur tebal yang menyumbat aliran air agar kedalaman sungai dapat dikembalikan ke fungsi optimalnya.
Langkah normalisasi ini tidak hanya sekadar mengeruk lumpur, tetapi juga merapikan bantaran sungai dari tanaman liar dan sampah yang menyumbat aliran air. Pemerintah daerah berharap, dengan kembalinya kapasitas tampung Sungai Kaliaji, potensi banjir akibat luapan air sungai dapat ditekan seminimal mungkin. Proyek ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam merespons keluhan masyarakat yang sudah bertahun-tahun mendambakan solusi atas masalah banjir tahunan.
Selain Sungai Kaliaji, dua ruas sungai lainnya yang juga menjadi sasaran normalisasi sedang dipersiapkan agar seluruh sistem hidrologi di wilayah rawan banjir dapat terintegrasi dengan baik. Pemkab Kendal menyadari bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dari hulu hingga ke hilir agar hasilnya dapat dirasakan secara jangka panjang oleh seluruh lapisan masyarakat.
Peran Serta Masyarakat dalam Menjaga Aliran Sungai
Meskipun pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran dan tenaga untuk melakukan normalisasi, keberhasilan program pencegahan banjir ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air dan sungai masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan bersama. Tanpa adanya kesadaran dari warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, sungai yang telah dinormalisasi akan kembali mengalami pendangkalan dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, Pemkab Kendal juga mengimbau kepada seluruh warga, khususnya yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kaliaji, untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Kegiatan gotong royong membersihkan saluran air di tingkat desa atau kelurahan perlu digalakkan kembali secara rutin. Edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian sungai harus terus disosialisasikan agar tumbuh rasa kepemilikan bersama terhadap infrastruktur publik ini.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah yang melakukan pembangunan infrastruktur dan masyarakat yang aktif menjaga lingkungan, diharapkan Kecamatan Kaliwungu dan wilayah Kabupaten Kendal lainnya dapat terbebas dari ancaman banjir. Langkah antisipatif ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan pemukiman warga dari genangan air, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan lingkungan masyarakat secara keseluruhan di masa mendatang.






