Pemerintah Kabupaten Batang terus melakukan berbagai upaya strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang diambil oleh Bupati Batang, Faiz, adalah dengan mengajukan usulan anggaran sebesar Rp100 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Langkah ini diambil guna menggenjot pembangunan dan penataan di kawasan Batang Timur yang dinilai memiliki potensi ekonomi sangat besar namun masih memerlukan sentuhan infrastruktur yang lebih masif.
Pemerataan Pembangunan di Wilayah Batang Timur
Kawasan Batang Timur kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam upaya pemerataan pembangunan. Selama ini, pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang cenderung terpusat di wilayah barat dan tengah, terutama dengan adanya berbagai proyek industri skala nasional. Oleh karena itu, Bupati Faiz menilai bahwa wilayah timur harus segera mendapatkan perhatian serupa agar tidak terjadi ketimpangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
Rencana pengembangan Batang Timur ini mencakup peningkatan kualitas jalan penghubung antar-kecamatan, perbaikan sistem irigasi untuk mendukung sektor pertanian, serta penyediaan sarana air bersih yang lebih layak bagi warga setempat. Infrastruktur jalan yang mantap menjadi prioritas utama karena akan mempermudah akses mobilitas warga dan memperlancar distribusi hasil bumi dari wilayah timur ke pusat kota maupun ke luar daerah.
Bupati Faiz menegaskan bahwa dengan akses transportasi yang baik, biaya logistik dapat ditekan sehingga kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batang Timur dapat meningkat secara signifikan. Selain sektor transportasi, anggaran yang diusulkan tersebut juga direncanakan untuk menyentuh sektor penataan kawasan pemukiman dan fasilitas publik guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sinergi dengan Program Strategis Nasional
Langkah Bupati Faiz dalam mengejar anggaran ke pemerintah pusat dinilai sangat tepat dan strategis. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang menuntut kepala daerah untuk lebih kreatif dan aktif dalam menjemput bola ke kementerian-kementerian terkait di Jakarta. Kementerian PU, sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur nasional, menjadi mitra strategis yang sangat krusial dalam mewujudkan visi pembangunan ini.
Pengembangan Batang Timur juga dirancang untuk bersinergi dengan keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan berkembangnya KITB, wilayah di sekitarnya, termasuk Batang Timur, harus siap menjadi penyangga yang menyediakan berbagai kebutuhan pendukung, mulai dari hunian pekerja, pasokan pangan, hingga jalur logistik alternatif.
Jika infrastruktur di Batang Timur tidak segera dibenahi, dikhawatirkan wilayah ini hanya akan menjadi penonton di tengah pesatnya industrialisasi di Kabupaten Batang. Melalui usulan anggaran Rp100 miliar ini, Bupati Faiz berharap Kementerian PU dapat memberikan lampu hijau dan mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) atau program pembangunan sektoral lainnya untuk mendukung percepatan ini.
Keberhasilan dalam mengamankan anggaran dari Kementerian PU ini nantinya akan menjadi tonggak penting bagi kemajuan Kabupaten Batang secara keseluruhan. Masyarakat Batang Timur menaruh harapan besar pada komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan ini. Dengan infrastruktur yang semakin kokoh, Batang Timur tidak hanya akan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional.






