Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa (Polosoro) Kabupaten Purworejo mendesak pemerintah pusat untuk segera turun tangan mengatasi kemandekan pembangunan Bendungan Bener. Perwakilan Pengurus Polosoro Purworejo, Agung Y.P., menegaskan bahwa penyelesaian proyek vital ini sangat mendesak demi menjamin ketersediaan air pasokan irigasi bagi para petani di wilayah Purworejo dan sekitarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan meningkatnya kecemasan para petani lokal yang bergantung pada kepastian pasokan air dari infrastruktur tersebut. Keterlambatan penuntasan pembangunan bendungan tidak hanya mengancam produktivitas lahan pertanian, tetapi juga memicu ketidakpastian ekonomi bagi masyarakat perdesaan yang mengandalkan mata pencaharian dari sektor agraris.
Dampak Terhentinya Pembangunan bagi Sektor Pertanian
Sektor pertanian di Kabupaten Purworejo selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Kehadiran Bendungan Bener digadang-gadang mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut saat musim kemarau tiba. Namun, dengan tersendatnya proses pembangunan, jaminan pasokan air irigasi yang diharapkan para petani kini kian tidak pasti.
Menurut pihak Polosoro Purworejo, para kepala desa dan perangkat desa berada di posisi terdepan yang langsung menerima keluhan dari masyarakat. Petani mulai mengkhawatirkan dampaknya terhadap pola tanam dan ketersediaan air teknis. Ketika jadwal penanaman terganggu akibat krisis pasokan air, produktivitas komoditas pangan seperti padi dan palawija dipastikan bakal merosot drastis. Kondisi ini pada akhirnya berpotensi menurunkan tingkat pendapatan petani serta mengganggu stabilitas pangan daerah.
Agung Y.P. menyampaikan bahwa pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, harus memprioritaskan penyelesaian berbagai kendala yang menghambat keberlanjutan proyek ini. Intervensi langsung dari tingkat pusat sangat diperlukan agar hambatan birokrasi, pembebasan lahan, maupun dinamika teknis di lapangan dapat segera terurai tanpa merugikan hak-hak masyarakat setempat.
Peran Vital Bendungan Bener sebagai Proyek Strategis Nasional
Bendungan Bener merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk menjadi salah satu bendungan tertinggi di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Berlokasi di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, bendungan ini memiliki kapasitas tampung air yang sangat besar dan direncanakan untuk mengairi ribuan hektar lahan pertanian yang tersebar di wilayah Purworejo hingga kawasan sekitarnya.
Selain berfungsi utama sebagai penyedia air irigasi, Bendungan Bener juga diproyeksikan memberikan dampak berganda yang luas bagi pembangunan infrastruktur dan ekonomi regional. Infrastruktur pendukung ini dirancang untuk menyuplai kebutuhan air baku bagi pemukiman warga, kawasan industri, hingga menopang kebutuhan operasional fasilitas publik seperti Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA). Tak hanya itu, bendungan ini juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta sarana pengendali banjir tahunan.
Mengingat besarnya skala manfaat yang ditawarkan, terhentinya pengerjaan fisik proyek ini dinilai sangat merugikan potensi pertumbuhan ekonomi daerah. Hambatan pembangunan yang berlarut-larut berisiko menambah beban investasi serta menunda manfaat nyata yang seharusnya sudah bisa dirasakan oleh masyarakat luas sejak beberapa tahun lalu.
Harapan Akselerasi dan Sinkronisasi Antarinstansi
Polosoro Purworejo berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya dapat berkoordinasi secara lebih intensif. Langkah konkret dan cepat sangat dibutuhkan agar akar permasalahan yang memicu kemandekan pembangunan dapat segera diselesaikan secara transparan, solutif, dan berkeadilan.
Selain akselerasi pengerjaan fisik di lapangan, pengurus Polosoro juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang harmonis antara pengelola proyek, pemerintah daerah, dan warga lokal. Pendekatan persuasif dianggap sebagai kunci utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang sempat menyertai perjalanan pembangunan bendungan tersebut.
Penyelesaian Bendungan Bener bukan sekadar penuntasan proyek fisik infrastruktur semata, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjamin kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Jawa Tengah. Masyarakat Purworejo kini menantikan langkah tegas dan nyata dari pemerintah pusat agar proyek vital ini dapat segera diselesaikan dan difungsikan secara optimal demi kepentingan bersama.






