Kodim 0736/Batang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dan Polresta Batang menggelar aksi karya bakti massal di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Kegiatan gotong royong ini difokuskan pada pembersihan lingkungan, saluran air, dan wilayah-wilayah yang dinilai rawan mengalami bencana banjir. Selain sebagai langkah nyata dalam mengantisipasi datangnya musim penghujan, aksi peduli lingkungan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia serta HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.
Langkah Antisipatif Menghadapi Musim Penghujan
Kelurahan Kasepuhan dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Batang yang memiliki kerawanan cukup tinggi terhadap bencana banjir, terutama saat intensitas curah hujan mulai meningkat. Saluran drainase yang tersumbat oleh tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur sering kali menjadi pemicu utama meluapnya air ke pemukiman warga. Oleh karena itu, pembersihan yang dilakukan oleh tim gabungan ini menyasar titik-titik krusial seperti selokan, sungai kecil, dan area pembuangan sampah liar yang berpotensi menghambat laju aliran air.
Melalui kegiatan ini, tim gabungan berupaya mengembalikan fungsi optimal dari sistem drainase di kawasan tersebut. Dengan bersihnya saluran air, diharapkan debit air hujan yang tinggi dapat dialirkan dengan lancar menuju pembuangan akhir tanpa menyumbat dan menggenangi rumah-rumah warga. Langkah preventif seperti ini dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan melakukan penanganan pascabencana yang membutuhkan sumber daya dan biaya yang jauh lebih besar.
Sinergi TNI, Polri, Pemerintah, dan Masyarakat
Keberhasilan aksi karya bakti ini tidak lepas dari kuatnya sinergitas yang terjalin antara Kodim 0736/Batang, Polresta Batang, dan jajaran Pemkab Batang. Kehadiran personel TNI dan Polri di tengah-tengah masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas serta kesejahteraan warga, tidak hanya dari aspek keamanan tetapi juga dari aspek kelayakan lingkungan hidup. Sinergi lintas sektoral ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang solid mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan di daerah.
Tidak hanya aparat keamanan dan pemerintah daerah, masyarakat setempat juga turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan gotong royong ini. Keterlibatan warga Kelurahan Kasepuhan menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia kembali dihidupkan melalui aksi nyata ini, sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat penegak hukum, pertahanan negara, pemerintah, dan rakyat.
Memaknai HUT Kodam IV/Diponegoro dan Kemerdekaan
Kegiatan karya bakti ini juga memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam bagi jajaran Kodam IV/Diponegoro. Memperingati hari jadi yang ke-76, Kodam IV/Diponegoro ingin terus menegaskan jati dirinya sebagai tentara rakyat yang selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat dan senantiasa menjadi solusi. Pengabdian kepada masyarakat melalui aksi pelestarian lingkungan ini merupakan implementasi konkret dari slogan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus dijaga hingga saat ini.
Di sisi lain, momentum peringatan HUT RI juga menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen yang terlibat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir adalah salah satu bentuk bela negara di era modern. Dengan memastikan lingkungan tetap bersih, sehat, dan aman dari ancaman bencana, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan produktivitas ekonomi daerah pun dapat terus berjalan tanpa hambatan.
Pada akhirnya, kegiatan pembersihan wilayah rawan banjir di Kelurahan Kasepuhan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka. Pemerintah Kabupaten Batang bersama Kodim 0736 dan Polresta Batang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus konsisten menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri. Membuang sampah pada tempatnya dan rutin membersihkan saluran air di depan rumah masing-masing adalah langkah kecil namun berdampak besar demi mewujudkan Batang yang bebas dari banjir dan nyaman untuk ditinggali oleh generasi mendatang.






