Antisipasi Ancaman Fuso Kemarau Panjang, Dispaperta Batang Salurkan 114 Unit Pompa Air ke Kelompok Tani

oleh -147 Dilihat

ASLIBATANG.COM, BATANG – Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan (Dispaperta) Kabupaten Batang bergerak cepat untuk mengantisipasi ancaman gagal panen (fuso) akibat dampak musim kemarau panjang yang mulai melanda kawasan tersebut.

Sebagai langkah nyata dalam mengamankan pasokan irigasi di lahan persawahan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan sebanyak 114 unit pompa air secara bertahap kepada berbagai kelompok tani yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

banner 336x280

Langkah penyaluran 114 unit pompa air ini menjadi strategi krusial yang diambil Dispaperta Kabupaten Batang guna memastikan kelangsungan masa tanam serta menyelamatkan komoditas padi warga.

Musim kemarau yang berkepanjangan kerap menjadi tantangan terberat bagi sektor pertanian lokal, terutama pada lahan sawah tadah hujan maupun areal yang berada di ujung jaringan irigasi sekunder dan tersier.

Tanpa adanya intervensi pasokan air yang memadai, keterbatasan kelembaban tanah dipastikan bakal mengganggu pertumbuhan tanaman pangan.

Bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) ini difokuskan untuk membantu para petani menyedot dan menyalurkan air dari berbagai sumber air permukaan yang ada di sekitar persawahan, seperti sungai, saluran irigasi utama, embung desa, hingga sumur dalam.

Prioritas Distribusi dan Manajemen Air Kelompok Tani

Pemerintah Daerah Kabupaten Batang memprioritaskan distribusi bantuan alat pompa air ini kepada kelompok tani yang daerah operasinya teridentifikasi mengalami krisis air paling parah.

Dengan adanya tambahan armada pompa air ini, proses pengairan menuju petakan-petakan sawah yang mulai mengering dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan efisien.

Penyaluran bantuan ini juga menuntut adanya kerja sama yang solid di tingkat bawah, khususnya di internal kelompok tani penerima manfaat.

Keberadaan 114 unit pompa air tersebut diharapkan dapat dikelola secara komunal dan bijaksana agar dampak positifnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota secara merata tanpa memicu konflik pemanfaatan air.

Dispaperta Kabupaten Batang mengimbau agar setiap kelompok tani menyusun jadwal pola penggiliran irigasi yang teratur.

Pengaturan jadwal distribusi air ini sangat penting untuk memastikan setiap jengkal lahan yang terancam kekeringan mendapatkan jatah pengairan secara adil.

Selain itu, aspek perawatan dan pemeliharaan mesin pompa secara berkala menjadi tanggung jawab bersama agar sarana bantuan tersebut memiliki usia pakai yang panjang dan selalu siap digunakan saat kondisi darurat.

Jaga Stabilitas Produksi Pangan dan Pendampingan PPL

Dampak dari kemarau panjang tidak hanya dirasakan oleh para petani secara langsung, melainkan berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan dan stabilitas harga komoditas pokok di pasar daerah.

Oleh karena itu, pengamanan produksi padi dan produk pertanian lainnya di Kabupaten Batang menjadi prioritas pemerintah daerah demi menjaga ketahanan pangan masyarakat secara keseluruhan.

Melalui penyaluran 114 unit pompa air ini, Dispaperta Kabupaten Batang optimistis tingkat kerusakan tanaman akibat kekeringan dapat diminimalkan semaksimal mungkin.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga terus disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi ketersediaan air serta kesehatan tanaman hingga masa panen tiba.

Melalui langkah proaktif ini, sinergi antara pemerintah daerah dan kesiapsiagaan para petani menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan Kabupaten Batang di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *