ASLIBATANG.COM, BATANG – Keberadaan ekosistem industri modern di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) terus menyedot kehadiran tenaga kerja lintas negara.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah mencatat, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja dan beraktivitas di kawasan KITB Batang saat ini diperkirakan telah menembus angka 3.000 orang.
Dari keseluruhan total TKA tersebut, para pekerja yang berasal dari negara China mencatatkan jumlah paling mendominasi di kawasan industri berskala nasional tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, mengonfirmasi data pergerakan warga negara asing yang terdaftar bekerja di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Haryono menjelaskan bahwa angka populasi TKA di kawasan KITB Batang saat ini cenderung stabil dan tak jauh berbeda dibanding catatan angka pada tahun sebelumnya, meskipun terus terjadi dinamika rotasi pekerja.
“Jika dipantau di kawasan KITB itu sementara jumlahnya masih relatif sama seperti tahun kemarin. Tidak ada peningkatan yang signifikan karena sifatnya dinamis, ada pekerja asing yang masa tugasnya sudah selesai lalu kembali ke negara asalnya, kemudian ada lagi pekerja baru yang masuk mengisi posisi tersebut,” ungkap Haryono Agus Setiawan saat memberikan keterangan resmi, Selasa (3/11/2026).
Cerminan Peta Asal Investor Utama di KITB Batang
Lebih lanjut, Haryono menerangkan bahwa total jumlah pekerja asing yang pernah terdaftar dan tercatat di area kawasan industri terpadu tersebut selalu berada pada kisaran antara 2.000 hingga 3.000 orang.
Selain pekerja asal negara China, kawasan KITB Batang juga dihuni oleh sejumlah tenaga kerja asing yang berasal dari beberapa negara Asia lainnya, seperti Malaysia dan India.
Meski demikian, proporsi jumlah pekerja asing asal Negeri Tirai Bambu tercatat paling tinggi dan dominan jika dibandingkan dengan negara-negara asal TKA lainnya di Batang.
“Kebanyakan memang berasal dari warga negara China. Di bawah posisi China, ada dari Malaysia dan beberapa pekerja dari India. Tetapi dari segi jumlah, yang paling mendominasi adalah dari China,” jelasnya.
Dominasi keberadaan TKA asal China ini sekaligus mencerminkan peta portofolio penanaman modal dan asal investor utama yang saat ini tengah gencar melakukan pembangunan serta operasional pabrik di KITB Batang.
Pergerakan TKA Menyesuaikan Tahapan Operasional Industri
Haryono menambahkan bahwa proses pembangunan dan perluasan infrastruktur di kawasan KITB Batang hingga saat ini masih terus berlangsung secara masif.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pergerakan keluar-masuk tenaga kerja asing di kawasan tersebut berpotensi terus mengalami dinamika perubahan dari waktu ke waktu.
Pergerakan dan kebutuhan jumlah TKA ini bakal menyesuaikan dengan kebutuhan nyata tahapan industri di lapangan, mulai dari fase konstruksi pabrik, pemasangan mesin teknologi, hingga tahap pengoperasian pabrik secara penuh.
Pihak Imigrasi Jawa Tengah menegaskan akan terus memperketat fungsi pengawasan dan pemantauan dokumen keimigrasian bagi para pekerja asing di KITB Batang guna memastikan seluruh aktivitas TKA berjalan sesuai dengan aturan hukum dan koridor perizinan yang berlaku di Indonesia. (*)





