Njajan Fest 2026 Targetkan Omzet UMKM Rp 2,5 Miliar

oleh -12 Dilihat

Festival kuliner tahunan Njajan Fest kembali digelar di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada tanggal 2 hingga 4 Oktober 2026. Bertempat di area dalam Taman Kartini Rembang, acara yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya ini menghadirkan sebanyak 113 tenda kuliner pilihan. Kegiatan yang diprakarsai oleh PT Semen Gresik ini bertujuan untuk mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar dapat naik kelas dan memperluas pasar mereka.

Ketua panitia kegiatan Njajan Fest 2026, Mohammad Gufron yang akrab disapa Ipong, menjelaskan bahwa antusiasme pelaku usaha sangat tinggi untuk berpartisipasi dalam ajang ini. Namun, demi menjaga kualitas dan daya tarik festival, panitia menerapkan proses seleksi dan kurasi yang sangat ketat terhadap seluruh calon peserta. Dengan persiapan yang matang, festival tahun ini ditargetkan mampu mencatatkan nilai transaksi atau omzet mencapai Rp 2,5 miliar selama tiga hari penyelenggaraan.

banner 336x280

Proses Kurasi Ketat Demi Mendorong UMKM Naik Kelas

Proses kurasi yang ketat menjadi salah satu pembeda utama Njajan Fest 2026 dibandingkan dengan festival kuliner biasa. Menurut Mohammad Gufron, kurasi ini melibatkan berbagai aspek penilaian, mulai dari cita rasa produk, kebersihan dan higienitas penyajian, keunikan menu, hingga kesiapan kemasan produk. Langkah ini diambil bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan untuk memastikan bahwa produk yang disajikan kepada pengunjung benar-benar memiliki standar kualitas yang tinggi.

Melalui proses kurasi ini, para pelaku UMKM di Rembang diajarkan untuk memahami standar industri kuliner yang lebih profesional. Hal ini sejalan dengan visi utama penyelenggaraan acara, yaitu membantu pelaku usaha lokal untuk naik kelas. Dengan bimbingan dan kurasi yang tepat, produk kuliner tradisional maupun modern khas Rembang diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional.

Selain menyajikan makanan dan minuman, para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen keuangan sederhana, digitalisasi pembayaran, dan strategi pemasaran digital. Penggunaan metode pembayaran nontunai (cashless) juga diintegrasikan dalam festival ini untuk memudahkan transaksi sekaligus mengedukasi pelaku usaha mengenai ekosistem keuangan digital yang kini menjadi kebutuhan mutlak dalam dunia bisnis modern.

Sinergi PT Semen Gresik dan Pemerintah Daerah

Keterlibatan PT Semen Gresik sebagai inisiator utama Njajan Fest membuktikan komitmen kuat korporasi dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah operasionalnya. Sebagai salah satu perusahaan besar di Jawa Tengah, PT Semen Gresik secara konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan UMKM.

Sinergi antara pihak swasta, pemerintah daerah Kabupaten Rembang, dan komunitas lokal menjadi kunci sukses keberlanjutan Njajan Fest hingga memasuki tahun ketiga. Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif ini karena dinilai sangat efektif dalam menggerakkan roda perekonomian pascapandemi dan memperkuat sektor pariwisata daerah. Taman Kartini, yang dipilih sebagai lokasi acara, merupakan salah satu ikon wisata Rembang yang sangat strategis dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Dengan memanfaatkan ruang publik seperti Taman Kartini, festival ini tidak hanya menguntungkan para pedagang kuliner di dalam tenda, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku jasa lainnya di sekitar area acara. Mulai dari penyedia jasa transportasi, juru parkir, hingga pedagang kaki lima di luar area festival turut merasakan peningkatan pendapatan berkat lonjakan jumlah pengunjung yang datang ke lokasi acara.

Target Omzet Rp 2,5 Miliar dan Dampak Ekonomi Luas

Target omzet sebesar Rp 2,5 miliar yang dicanangkan oleh panitia dinilai sangat realistis mengingat tren kunjungan masyarakat ke festival kuliner terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Njajan Fest selalu berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung setiap harinya. Kehadiran 113 stan kuliner yang menyajikan beragam variasi makanan, mulai dari jajanan tradisional khas Rembang hingga kuliner kekinian, menjadi daya tarik utama yang sulit dilewatkan oleh para pencinta kuliner.

Perputaran uang yang cepat selama tiga hari festival diharapkan dapat memberikan stimulus instan bagi perekonomian daerah. Pendapatan yang diperoleh para pelaku UMKM selama acara ini dapat digunakan sebagai modal tambahan untuk mengembangkan usaha mereka ke depan. Lebih dari sekadar angka transaksi, kesuksesan finansial dalam festival ini juga memberikan suntikan motivasi dan kepercayaan diri yang besar bagi para pelaku usaha lokal untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Secara jangka panjang, Njajan Fest diharapkan dapat menjadi agenda wisata tahunan resmi yang masuk dalam kalender pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Dengan promosi yang lebih luas dan kemitraan yang semakin solid, festival ini berpotensi menarik wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke Rembang, yang pada akhirnya akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi sektor perhotelan, kerajinan tangan, dan destinasi wisata lainnya di Kabupaten Rembang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *