Revitalisasi TBM Bakti Pustaka Pekalongan Dorong Literasi

oleh -5 Dilihat

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) resmi memperkuat peran Taman Baca Masyarakat (TBM) Bakti Pustaka sebagai pusat literasi yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui program revitalisasi fasilitas perpustakaan yang didukung penuh oleh program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Pertamina Trans Kontinental. Kehadiran wajah baru TBM ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca warga sekaligus menjadi ruang belajar publik yang nyaman dan edukatif.

Transformasi TBM Bakti Pustaka dan Konsep Maritim

Proses revitalisasi TBM Bakti Pustaka menghadirkan nuansa baru yang berbeda dibandingkan dengan ruang baca umum pada umumnya. Mengusung konsep dan suasana bertema maritim, penataan interior serta fasilitas di dalam ruang baca ini dirancang sedemikian rupa untuk mencerminkan identitas wilayah pesisir. Pemilihan tema maritim tidak hanya memberikan estetika visual yang menarik dan menyegarkan, tetapi juga bertujuan untuk mengenalkan serta menanamkan wawasan kebaharian kepada para pengunjung, khususnya anak-anak dan generasi muda di Kota Pekalongan.

banner 336x280

Selain pembaruan dari sisi desain interior, sarana dan prasarana penunjang kegiatan literasi juga mendapatkan penataan ulang secara menyeluruh. Koleksi bahan bacaan diperlengkap dengan berbagai pilihan literatur, mulai dari buku cerita anak, materi penunjang pendidikan nonformal, hingga buku keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Ruang baca yang tertata rapi, pencahayaan yang memadai, serta area membaca yang ergonomis disediakan guna memastikan setiap pengunjung dapat menikmati pengalaman membaca secara maksimal.

Prinsip inklusivitas menjadi fokus utama dalam pengoperasian TBM Bakti Pustaka yang baru ini. Berada di dalam kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), fasilitas literasi ini dapat diakses secara terbuka dan gratis oleh para warga belajar program kesetaraan, peserta pelatihan kerja, hingga masyarakat umum. Konsep ruang terbuka ini bertujuan untuk merobohkan hambatan akses terhadap ilmu pengetahuan dan informasi bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial maupun usia.

Sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah dalam Literasi

Keterlibatan PT Pertamina Trans Kontinental dalam proyek revitalisasi ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Melalui penyaluran program CSR yang tepat sasaran, perusahaan turut berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan masyarakat di wilayah operasional maupun daerah sekitar. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen korporasi dalam mendukung program pencerdasan kehidupan bangsa.

Kemitraan strategis ini juga menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pemenuhan fasilitas publik yang berkualitas. Pembangunan dan perbaikan fasilitas literasi di tingkat tapak sering kali menghadapi keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, kehadiran dukungan dari BUMN menjadi angin segar bagi pengelola lembaga pendidikan nonformal seperti SKB untuk terus mengoptimalkan layanan edukasi bagi warga setempat.

Pemerintah Kota Pekalongan menyambut baik kontribusi nyata tersebut. Dukungan sarana dan prasarana dari pihak swasta maupun BUMN dinilai sangat krusial dalam memperkuat ekosistem literasi daerah, sehingga program-program pembinaan minat baca dapat berjalan lebih berkesinambungan dan menjangkau sasaran yang lebih luas.

Peran TBM dalam Meningkatkan Indeks Literasi

Taman Baca Masyarakat memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem pendidikan nasional, khususnya pada jalur pendidikan nonformal dan informal. TBM tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman buku, melainkan juga berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat (community center). Di tempat ini, berbagai aktivitas edukatif seperti diskusi, pelatihan kreativitas, bimbingan belajar, dan pemberdayaan masyarakat dapat diselenggarakan secara fleksibel.

Sebagai kota pesisir yang kaya akan budaya dan kreativitas, Kota Pekalongan memerlukan banyak ruang publik kreatif yang mampu mendorong peningkatan daya pikir dan keterampilan warga. Kehadiran TBM Bakti Pustaka dengan konsep terpadu diharapkan mampu memicu lahirnya inovasi kegiatan literasi yang menyenangkan. Pembentukan budaya membaca tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus ditumbuhkan melalui penyediaan lingkungan membaca yang ramah, mudah dijangkau, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Rendahnya tingkat literasi masih menjadi tantangan bersama di berbagai daerah. Dengan menghadirkan TBM yang memiliki daya tarik visual dan fasilitas pendukung yang memadai, masyarakat diimbau untuk kembali menjadikan perpustakaan sebagai salah satu destinasi utama dalam mengisi waktu luang dan menambah wawasan.

Harapan dan Prospek Masa Depan Literasi Pekalongan

Ke depan, revitalisasi TBM Bakti Pustaka Pekalongan diharapkan tidak hanya berdampak pada fisik bangunan belaka, tetapi juga diikuti dengan pengelolaan program literasi yang berkelanjutan. Pelatihan tata kelola perpustakaan bagi pengelola, pemutakhiran koleksi buku secara berkala, serta integrasi dengan kegiatan masyarakat menjadi langkah kunci agar keberadaan ruang baca ini tetap hidup dan memberi manfaat jangka panjang.

Dengan hadirnya ruang belajar yang inklusif dan representatif ini, Kota Pekalongan menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Keberhasilan revitalisasi TBM Bakti Pustaka diharapkan dapat menginspirasi wilayah lain untuk terus memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *