Polisi Brebes Dampingi Balita Penderita Kaki Pengkor

oleh -8 Dilihat

Kepolisian Resor (Polres) Brebes menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan mendampingi dua balita penderita Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor bawaan lahir. Kedua balita yang berasal dari Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes tersebut, mendapatkan pengawalan dan bantuan langsung dari personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Brebes bersama Bhabinkamtibmas setempat untuk menjalani pemeriksaan serta penanganan medis yang intensif.

Kepedulian Sosial Melalui Pendampingan Medis

Langkah nyata ini diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Malahayu, Aipda Adhi Kurniawan, yang berkolaborasi erat dengan tim medis dari Sidokkes Polres Brebes. Kehadiran aparat kepolisian dalam mendampingi pasien balita ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan cepat. Proses pendampingan ini dimulai dari penjemputan pasien di rumah mereka, pengurusan administrasi rujukan, hingga pengantaran ke fasilitas kesehatan yang memiliki kompetensi untuk menangani kasus ortopedi anak tersebut.

banner 336x280

Bagi keluarga pasien, kehadiran polisi tidak hanya memberikan bantuan logistik dan transportasi, tetapi juga memberikan dukungan moral yang sangat berarti. Penyakit bawaan seperti CTEV membutuhkan penanganan yang konsisten, terjadwal, dan sering kali membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, pendampingan psikologis dan administratif dari kepolisian sangat membantu meringankan beban keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dan akses informasi. Melalui program kemanusiaan ini, Polres Brebes berkomitmen untuk memutus hambatan akses kesehatan yang sering kali dihadapi oleh masyarakat di pelosok desa.

Mengenal CTEV dan Pentingnya Penanganan Dini

Congenital Talipes Equinovarus (CTEV), yang lebih dikenal masyarakat luas sebagai kaki pengkor, merupakan kelainan bawaan pada kaki bayi yang tampak bengkok ke dalam dan ke bawah. Kondisi ini terjadi sejak bayi lahir dan jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kecacatan permanen yang mengganggu kemampuan berjalan anak di masa depan. Penanganan medis yang terlambat sering kali disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang tua atau keterbatasan biaya untuk mengakses dokter spesialis ortopedi.

Secara medis, penanganan CTEV pada balita sangat efektif jika dilakukan sejak dini, terutama pada masa emas pertumbuhan tulang anak. Metode penanganan yang umum dilakukan meliputi pemasangan gips secara berkala (metode Ponseti), terapi fisik, hingga tindakan bedah ringan jika diperlukan. Dengan pendampingan aktif dari Sidokkes Polres Brebes, kedua balita asal Desa Malahayu ini diharapkan dapat menjalani seluruh tahapan terapi tersebut secara teratur hingga kondisi kaki mereka dapat berfungsi dengan normal atau mendekati normal.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Sektor Kesehatan

Aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Polres Brebes ini merupakan bagian dari implementasi nyata dari peran Polri yang presisi, di mana polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan dalam aspek sosial dan kesehatan. Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di tingkat desa memiliki peran krusial dalam mendeteksi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh warga binaannya. Ketika menemukan adanya balita penderita CTEV yang membutuhkan pertolongan medis khusus, koordinasi cepat langsung dilakukan dengan fungsi kedokteran kepolisian (Sidokkes) untuk menyusun langkah penanganan terbaik.

Sinergi yang solid antara kepolisian, pemerintah desa, dan instansi kesehatan setempat menjadi kunci utama keberhasilan program penanganan medis ini. Diharapkan, langkah kepedulian yang ditunjukkan oleh Polres Brebes ini dapat menginspirasi berbagai pihak lainnya untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi kesehatan anak-anak di lingkungan sekitar mereka. Penanganan kesehatan anak sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, tangguh, produktif, serta bebas dari keterbatasan fisik yang sebenarnya dapat disembuhkan melalui penanganan medis yang tepat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *