Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Pekalongan berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih Peringkat III dalam Lomba Video Kreatif Penyuluh Pertanian Tahun 2026. Penghargaan ini diraih untuk subkategori “Pertanian Modern, Petani Makmur” yang diselenggarakan di tingkat nasional. Prestasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari komitmen para penyuluh pertanian di Kota Pekalongan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat luas.
Inovasi Penyuluhan Melalui Media Kreatif
Di era digital saat ini, metode penyuluhan pertanian konvensional dinilai perlu bertransformasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Langkah BPP Kota Pekalongan dalam memproduksi video kreatif merupakan strategi cerdas untuk menjembatani kesenjangan informasi antara para ahli pertanian dan pelaku usaha tani di lapangan. Melalui media visual yang menarik, informatif, dan mudah dipahami, pesan-pesan mengenai teknik pertanian modern dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang mulai melirik sektor agribisnis.
Video edukasi yang dikompetisikan tersebut tidak hanya menyajikan teori, melainkan juga praktik langsung mengenai bagaimana pertanian modern dapat diterapkan di lahan terbatas. Penyuluh Pertanian Ahli Pertama beserta tim kreatif BPP Kota Pekalongan merancang konten yang mampu menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya efisiensi dan produktivitas dalam bertani. Dengan visualisasi yang dinamis, konsep-konsep rumit seperti mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, hingga sistem pengairan otomatis dapat dijelaskan secara sederhana dan aplikatif.
Keberhasilan meraih juara ketiga di tingkat nasional ini juga menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) penyuluh pertanian di Kota Pekalongan memiliki daya saing yang tinggi. Mereka tidak hanya menguasai materi teknis pertanian, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi publik dan penguasaan teknologi informasi yang mumpuni. Hal ini sangat krusial untuk mengubah persepsi masyarakat bahwa sektor pertanian adalah sektor yang kuno dan kurang menjanjikan.
Penerapan Pertanian Modern di Wilayah Perkotaan
Sebagai wilayah perkotaan, Kota Pekalongan menghadapi tantangan yang cukup besar dalam sektor pertanian, terutama terkait dengan keterbatasan lahan produktif. Oleh karena itu, konsep pertanian modern atau urban farming menjadi solusi yang sangat relevan untuk diterapkan. Melalui edukasi yang gencar dilakukan oleh BPP, masyarakat diajak untuk memanfaatkan pekarangan rumah, teknologi hidroponik, vertikultur, hingga sistem akuaponik guna mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan.
Pertanian modern tidak hanya berbicara tentang penggunaan mesin-mesin canggih, melainkan juga tentang penerapan manajemen usaha tani yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, para petani di perkotaan diharapkan mampu mengoptimalkan hasil panen meskipun dengan sumber daya yang terbatas. Konsep “Pertanian Modern, Petani Makmur” yang diusung dalam lomba ini merefleksikan visi bahwa adopsi teknologi yang tepat guna akan secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan hidup para petani.
Pemerintah Kota Pekalongan sendiri terus memberikan dukungan penuh terhadap program-program digitalisasi penyuluhan ini. Kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh lapangan, dan komunitas petani lokal diharapkan dapat terus diperkuat demi menciptakan ekosistem pertanian perkotaan yang berkelanjutan dan mandiri secara pangan.
Prestasi tingkat nasional yang diraih oleh BPP Kota Pekalongan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh penyuluh pertanian di Indonesia untuk terus berinovasi. Ke depan, tantangan di sektor pertanian akan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga alih fungsi lahan. Namun, dengan pemanfaatan media edukasi yang kreatif dan adaptasi teknologi pertanian modern yang konsisten, masa depan pertanian Indonesia yang mandiri dan makmur optimis dapat diwujudkan bersama.






