Subkhi kembali dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Batang untuk masa bakti 2026–2031. Pengukuhan jajaran pengurus baru ini dipimpin langsung oleh Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, di Aula Kantor Bupati Batang pada Minggu (6/9/2026). Segenap jajaran pengurus dari lintas tokoh agama turut hadir menyaksikan momen penting bagi keberlangsungan keharmonisan masyarakat Batang tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi dan peran strategis yang selama ini dijalankan oleh FKUB dalam merawat kedamaian serta toleransi di daerah. Namun, di tengah perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat, tanggung jawab FKUB kini tidak lagi sebatas menjaga keharmonisan hubungan antarumat beragama konvensional. Faiz secara khusus meminta kepengurusan FKUB Batang yang baru untuk mengambil peran aktif dalam mendampingi generasi muda, terutama Generasi Z, agar memiliki pemahaman kerukunan dan moderasi beragama yang kuat di era digital.
Tantangan Kerukunan Umat Beragama di Era Digital
Dinamika kehidupan sosial yang berkembang pesat saat ini menuntut lembaga kemasyarakatan seperti FKUB untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Generasi muda, khususnya Generasi Z, berinteraksi secara sangat intensif dengan informasi melalui berbagai platform media sosial. Ruang digital ini di satu sisi memberikan kemudahan komunikasi, namun di sisi lain sering kali menjadi sarana penyebaran isu intoleransi, provokasi, maupun narasi keagamaan yang sempit dan ekstrem.
Pentingnya pendampingan yang menyasar generasi muda didasari oleh realitas bahwa mereka merupakan kelompok yang paling sering terpapar oleh beragam pemikiran dari arus globalisasi. Tanpa adanya fondasi nilai-nilai toleransi dan pemahaman kebangsaan yang utuh, generasi muda dapat dengan mudah terpengaruh oleh pandangan-pandangan yang memecah belah persatuan. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang relevan dengan bahasa, pola pikir, dan budaya khas Generasi Z menjadi kunci utama keberhasilan program-program kerja FKUB ke depan.
FKUB Batang diharapkan tidak hanya berfokus pada agenda dialog formal antar-tokoh agama di tingkat atas, tetapi juga berani melangkah ke ranah edukasi publik yang lebih inovatif, populer, serta inklusif. Pelibatan aktif kalangan muda dari berbagai latar belakang agama dalam agenda sosial, aksi kemanusiaan, kegiatan kebudayaan, hingga kampanye positif di media sosial dinilai sangat ampuh dalam membangun persaudaraan sejati sejak dini.
Penguatan Peran Strategis FKUB Kabupaten Batang
Terpilihnya kembali Subkhi untuk memimpin FKUB Batang memberikan kepastian dan kontinuitas kepemimpinan yang berharga bagi pelaksanaan program-program strategis yang telah dirintis sebelumnya. Rekam jejak, dedikasi, serta pengalaman kepengurusan pada periode terdahulu menjadi modal sosial yang amat kuat dalam menjaga suasana kondusif di wilayah Kabupaten Batang yang heterogen.
Sebagai wadah resmi tokoh-tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama memegang fungsi krusial sebagai jembatan komunikasi masyarakat, penampung aspirasi organisasi keagamaan, sekaligus pemberi masukan serta rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah terkait isu-isu ketenteraman dan ketertiban. Di bawah kepemimpinan periode 2026–2031 ini, sinergi antara FKUB, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan segenap elemen masyarakat sipil perlu terus dipererat guna mengantisipasi serta menyelesaikan berbagai potensi potensi gesekan sosial secara bijaksana.
Langkah nyata yang perlu diperkuat antara lain meliputi deteksi dini potensi kerawanan sosial, penyelenggaraan dialog antarumat secara berkala di tingkat kecamatan hingga desa, serta optimalisasi keterlibatan pemuda dan perempuan dalam merawat kerukunan. Dengan kerja kolaboratif yang terencana dengan baik, Kabupaten Batang berpeluang besar menjadi contoh daerah yang tangguh, responsif, dan inklusif dalam mengelola keberagaman di Jawa Tengah.
Membangun Masa Depan Kerukunan yang Berkelanjutan
Pengukuhan pengurus FKUB Batang untuk masa bakti lima tahun ke depan ini menjadi momentum penting untuk menata kehidupan beragama yang lebih harmonis dan adaptif. Harapan besar disematkan kepada jajaran pengurus agar mampu melahirkan berbagai inovasi gerakan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat akar rumput hingga lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.
Mendampingi Generasi Z bukan sekadar tugas tambahan di luar agenda utama, melainkan sebuah investasi jangka panjang demi masa depan kedamaian bangsa. Ketika anak-anak muda dibekali dengan wawasan kebangsaan yang matang dan pemahaman agama yang moderat, sikap saling menghargai akan tumbuh menjadi nilai hidup yang dihayati secara mendalam dalam keseharian mereka.
Melalui komitmen bersama antara pemerintah kabupaten dan FKUB, kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Batang akan senantiasa menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim daerah yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh warga.






