Kebakaran TPA Putri Cempo, Helikopter Water Bombing Dikerahkan

oleh -11 Dilihat

Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kota Surakarta, terus diintensifkan pada hari kedua, Sabtu (5/9/2026). Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bekerja sama dengan Korpolairud Baharkam Polri mengerahkan satu unit helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing). Langkah taktis ini diambil guna mempercepat pemadaman titik api yang sulit dijangkau oleh armada pemadam kebakaran darat.

Operasi Water Bombing dan Kendala Lapangan

Helikopter yang dikerahkan dalam operasi ini memanfaatkan aliran Sungai Bengawan Solo, yang lokasinya tidak jauh dari kawasan TPA, sebagai sumber air utama. Proses pengambilan air dilakukan secara berulang untuk kemudian dijatuhkan langsung di atas titik-titik api yang masih mengepulkan asap tebal. Metode water bombing dinilai sangat efektif karena tumpukan sampah yang terbakar memiliki kedalaman hingga belasan meter, sehingga air dari pemadam darat sering kali tidak mampu menembus bagian dalam gunungan sampah.

banner 336x280

Kondisi angin yang cukup kencang di sekitar lokasi kejadian menjadi salah satu tantangan terbesar bagi tim udara maupun tim darat. Selain itu, asap tebal yang membubung tinggi membatasi jarak pandang pilot helikopter, sehingga proses manuver harus dilakukan dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi. Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus bersiaga di lingkar luar TPA untuk memastikan api tidak merembet ke pemukiman warga sekitar.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Kebakaran di TPA Putri Cempo bukan sekadar masalah teknis pemadaman, melainkan juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Asap tebal yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik dan material organik lainnya mengandung gas beracun seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, dan senyawa dioksin. Angin yang berembus membawa kabut asap ini ke wilayah pemukiman di sekitar Mojosongo, Surakarta, hingga wilayah administratif Kabupaten Karanganyar yang berbatasan langsung dengan lokasi TPA.

Warga setempat mulai mengeluhkan sesak napas, mata perih, dan batuk-batuk akibat paparan asap yang terus-menerus. Pemerintah daerah setempat bersama dinas kesehatan telah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker medis atau masker respirator. Posko kesehatan darurat juga mulai didirikan di beberapa titik strategis untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akut (ISPA).

Tantangan Klasik Pengelolaan Sampah dan Gas Metana

Secara umum, kebakaran di tempat pembuangan akhir seperti TPA Putri Cempo dipicu oleh akumulasi gas metana (CH4) yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah organik secara anaerobik di bawah tumpukan sampah. Pada musim kemarau dengan suhu udara yang ekstrem, gas metana ini sangat mudah tersulut oleh percikan api sekecil apa pun, baik akibat gesekan material maupun faktor eksternal lainnya. Begitu api menyala di bawah permukaan, pemadamannya memerlukan waktu yang sangat lama karena api terus mendapat suplai bahan bakar dari gas metana tersebut.

Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya modernisasi sistem pengelolaan sampah di Indonesia. TPA Putri Cempo sendiri sebenarnya telah diproyeksikan untuk mengadopsi teknologi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa. Namun, sebelum sistem tersebut berjalan sepenuhnya secara optimal di seluruh zona, risiko kebakaran musiman seperti ini tetap menjadi ancaman nyata yang memerlukan mitigasi bencana yang lebih komprehensif dan sistematis.

Hingga Sabtu sore, operasi pemadaman udara masih terus berlangsung secara berkala sembari memantau perkembangan arah angin dan ketebalan asap. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan relawan diharapkan dapat segera menjinakkan si jago merah agar dampak sosial dan ekonomi tidak semakin meluas. Evaluasi menyeluruh mengenai sistem keamanan TPA dan pengelolaan gas metana pasca-kejadian ini mutlak diperlukan guna mencegah bencana serupa terulang kembali di masa mendatang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *