Festival Kota Lama Semarang kembali menyapa masyarakat dan wisatawan pada tanggal 4 hingga 20 September 2026 dengan mengusung tema “Unity in Diversity”. Perhelatan tahunan yang menjadi salah satu agenda pariwisata unggulan di Kota Semarang ini siap menghadirkan ragam pertunjukan seni, pagelaran budaya, konser musik jazz, pasar kuliner nostalgia, hingga pertunjukan kolosal 1.000 Angklung Berkebaya. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat posisi Kota Lama Semarang sebagai pusat cagar budaya yang hidup sekaligus ruang ekspresi seni yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian Atraksi Seni dan Pesona 1.000 Angklung Berkebaya
Salah satu daya tarik utama dalam perhelatan tahun ini adalah pertunjukan spesial berupa aksi 1.000 Angklung Berkebaya. Pertunjukan ini memadukan keindahan instrumen musik tradisional angklung yang telah diakui oleh UNESCO dengan anggunnya busana kebaya sebagai warisan budaya Nusantara. Ratusan hingga ribuan penampil dari berbagai kalangan akan berpadu menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional di tengah kemegahan bangunan bersejarah Kota Lama, menciptakan suasana harmoni yang menyentuh hati para pengunjung.
Selain atraksi angklung, panggung hiburan juga akan dimeriahkan oleh alunan musik jazz yang syahdu dalam alunan pertunjukan bertema sejarah. Musik jazz yang dibawakan di antara lorong-lorong berarsitektur kolonial menghadirkan nuansa klasik yang romantik dan elegan. Para musisi lokal hingga nasional turut dilibatkan untuk memberikan penampilan terbaik mereka, memadukan modernitas musik dengan keanggunan latar bangunan tua yang megah.
Atraksi seni tidak berhenti pada seni musik saja. Sepanjang pelaksanaan festival, pengunjung juga dapat menyaksikan beragam pameran seni rupa, pertunjukan tari tradisional, tarian akulturasi budaya, hingga pawai kostum unik. Kehadiran para seniman memberikan ruang dialog antarbudaya yang mempertegas pesan “Unity in Diversity”, di mana perbedaan latar belakang justru menjadi simfoni yang indah untuk dinikmati bersama.
Jelajah Kuliner Nostalgia di Kawasan Cagar Budaya
Bagi para pecinta gastronomi, Festival Kota Lama Semarang 2026 menyediakan zona khusus kuliner nostalgia yang siap memanjakan lidah. Area ini menghadirkan beragam makanan dan minuman tradisional khas Semarang serta daerah sekitarnya yang mungkin sudah jarang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kudapan tradisional seperti roti ganjel rail, lumpia autentik, tahu pong, hingga jajanan pasar kuno diproduksi langsung oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner legendaris.
Kehadiran pasar kuliner nostalgia ini bukan sekadar pemuas selera, melainkan juga wahana edukasi rasa dan kenangan masa lalu. Pengunjung diajak merayakan memori kolektif masyarakat Semarang melalui olahan resep-resep warisan leluhur. Suasana santap malam di bawah naungan pendar lampu jalanan klasik Kota Lama kian memperkuat kesan hangat dan autentik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Kawasan Kota Lama Semarang, yang sering dijuluki sebagai Outstadt atau Little Netherlands, menjadi latar sempurna untuk seluruh rangkaian acara ini. Bangunan-bangunan tua peninggalan era kolonial yang telah direvitalisasi memberikan pengalaman visual yang memukau. Kebijakan area ramah pejalan kaki di pusat festival memungkinkan wisatawan untuk mengeksplorasi setiap sudut sejarah dengan nyaman, aman, dan menyenangkan.
Mendorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Berkelanjutan
Penyelenggaraan Festival Kota Lama Semarang memiliki dampak strategis yang sangat signifikan bagi perekonomian lokal. Event skala besar ini tidak hanya menjadi magnet bagi wisatawan domestik, tetapi juga berpotensi menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Tingkat okupansi hotel di sekitar Kota Semarang diproyeksikan mengalami peningkatan tajam selama tiga pekan pelaksanaan festival, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi transportasi umum, pusat oleh-oleh, dan sektor jasa lainnya.
Pemerintah Kota Semarang bersama panitia penyelenggara terus berkomitmen menjadikan festival ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi kreatif. Pelibatan ratusan pelaku UMKM dalam pameran kerajinan tangan, produk kreatif, serta stan kuliner diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkuat daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Tema “Unity in Diversity” yang diusung juga merefleksikan identitas historis Kota Semarang sebagai kota akulturasi budaya. Sejak ratusan tahun lalu, Semarang telah menjadi titik temu berbagai etnis dan budaya, seperti Jawa, Tionghoa, Arab, dan Eropa. Melalui festival ini, nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan kebersamaan kembali dirawat dan dirayakan bersama seluruh warga serta pengunjung.
Secara keseluruhan, Festival Kota Lama Semarang 2026 bukan sekadar pesta budaya tahunan biasa, melainkan sebuah perayaan keberagaman yang menyatukan warisan sejarah, seni, kuliner, dan pertumbuhan ekonomi. Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan menarik selama lebih dari dua pekan, festival ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung, sekaligus memperkokoh posisi Semarang sebagai salah satu destinasi wisata budaya utama di Indonesia.






