Pemprov Jateng Siapkan Dry Port di KIT Batang dan Kendal, Ditarget Rampung Dua Tahun!

oleh -150 Dilihat

ASLIBATANG.COM, BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat infrastruktur penunjang logistik di wilayah Pantura.

Pemprov Jateng berencana membangun dry port atau pelabuhan darat di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) serta area Weleri, Kabupaten Kendal.

banner 336x280

Infrastruktur pendukung ini ditargetkan dapat terealisasi dan beroperasi penuh dalam kurun waktu dua tahun ke depan guna menopang pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa pembangunan dry port menjadi salah satu langkah strategis daerah untuk memperkuat sistem rantai pasok logistik secara efisien.

Keberadaan fasilitas terpadu ini diharapkan mampu memangkas ketergantungan pengiriman kontainer ekspor-impor yang selama ini harus melalui pelabuhan di Jakarta maupun Surabaya.

Studi Komparatif ke Cikarang Dry Port

Guna memantapkan rencana besar tersebut, Pemprov Jateng bersama pengelola kawasan industri, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port di Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).

Gubernur Luthfi menjelaskan, saat ini telah disiapkan dua lokasi strategis untuk pengembangan dry port di Jawa Tengah dengan masing-masing lahan seluas sekitar 50 hektare, yakni di KITB dan Weleri.

“Untuk menopang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang kurang maksimal, salah satu solusinya adalah pembangunan dry port ini,” tegas Ahmad Luthfi usai meninjau lokasi dan berdiskusi langsung dengan pengelola Cikarang Dry Port.

Ia membeberkan fakta bahwa sekitar 70 persen kontainer dari Jawa Tengah hingga kini masih mendominasi rute pengiriman lewat Jakarta dan Surabaya.

Kondisi tersebut dinilai kurang efisien bagi para pelaku industri. Oleh karena itu, keberadaan pelabuhan darat di Batang dan Kendal dianggap sangat vital untuk mendongkrak efisiensi distribusi barang sekaligus mempermudah aktivitas ekspor-impor.

Proyek KIT Batang Masuk Tahap Studi Kelayakan

Khusus untuk proyek di Kabupaten Batang, persiapan di lapangan sudah melangkah lebih maju.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan lintas lembaga, yakni PT KAI, Pelindo, KITB, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), hingga BUMD Kabupaten Batang.

Saat ini, proyek dry port di kawasan industri kebanggaan warga Batang tersebut telah memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study) serta pemilihan konsultan perencana.

“Yang sudah kita kerjakan sekarang adalah di KITB, sudah MoU. Prinsipnya, dua tahun ke depan dry port harus jadi,” ujar Luthfi optimistis.

Fasilitas Lebih Luas Dibanding Terminal Biasa

Direktur Cikarang Dry Port, Noor Yusuf, menjelaskan bahwa konsep pelabuhan darat memiliki fungsi dan peran yang jauh lebih luas ketimbang terminal peti kemas biasa.

Dry port dilengkapi dengan fasilitas pendukung logistik super lengkap, termasuk area penyimpanan (storage) berkapasitas besar, layanan kepabeanan, hingga integrasi moda transportasi kereta api.

Noor Yusuf menyebutkan, Cikarang Dry Port yang telah beroperasi sejak tahun 2010 saat ini melayani lebih dari 500 perusahaan ekspor-impor yang tersebar di wilayah Tangerang, Cikampek, hingga Bandung.

“Konsep dry port ini memiliki fasilitas lebih luas, termasuk storage. Pihak Jababeka juga sedang menyiapkan rencana pembangunan dry port pendukung di Weleri, Kendal,” jelasnya.

Melalui pembangunan infrastruktur dry port di Batang dan Kendal ini, Pemprov Jateng berharap daya saing kawasan industri di wilayah Pantura akan semakin meningkat drastis.

Langkah ini diproyeksikan mampu memperlancar distribusi arus barang, memangkas biaya pengiriman bagi investor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi baru di Kabupaten Batang secara berkelanjutan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *