Tekan Ketergantungan Beras dan Terigu, Pemkab Batang Gelar Lomba Pangan Lokal Berbahan Umbi-Umbian

oleh -250 Dilihat

ASLIBATANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) resmi menggelar lomba kreasi olahan pangan lokal berbahan non-beras dan non-terigu di halaman Kantor PKK Kabupaten Batang, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong pola konsumsi masyarakat yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

banner 336x280

Lomba ini menyasar penganekaragaman atau diversifikasi pangan guna merespons tantangan ketahanan pangan global maupun nasional.

Ubah Persepsi Pangan Lokal Jadi Kuliner Modern

Selama ini, pola konsumsi karbohidrat masyarakat Kabupaten Batang masih sangat didominasi oleh beras dan gandum (terigu) yang sebagian besar merupakan komoditas impor.

Melalui lomba kreasi ini, Dispaperta Kabupaten Batang ingin membuktikan bahwa bahan pangan lokal alternatif seperti singkong, ubi jalar, talas, jagung, gembili, hingga sukun memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sajian lezat dan kaya gizi.

“Bahan-bahan komoditas lokal tersebut tidak hanya melimpah di wilayah Kabupaten Batang, tetapi juga memiliki keunggulan dari segi ketahanan tanaman terhadap perubahan iklim ekstrem jika dibandingkan tanaman padi,” ungkap panitia penyelenggara.

Pengembangan potensi umbi-umbian ini diharapkan dapat mengubah persepsi publik agar tidak lagi memandang bahan pangan lokal sebagai konsumsi kelas dua.

Peran Sentral Ibu Rumah Tangga dan Kader PKK

Ajang yang berlangsung semarak ini melibatkan jajaran pengurus dan kader PKK dari berbagai kecamatan serta pemangku kepentingan kuliner daerah.

Para peserta ditantang menampilkan menu inovatif pengganti nasi maupun kudapan modern tanpa menggunakan beras dan tepung terigu sedikit pun.

Peran kader PKK dan ibu rumah tangga dinilai sangat krusial karena merupakan pengelola meja makan keluarga yang menentukan pola makan generasi muda sejak dini.

Penilaian lomba berfokus pada cita rasa, estetika penyajian, kandungan gizi, keamanan bahan, hingga keterjangkauan biaya produksi agar resep yang dihasilkan dapat diterapkan dalam menu harian masyarakat.

Dampak Kesehatan dan Ekonomi Petani Lokal

Selain memperkuat ketahanan pangan, diversifikasi pangan lokal membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat.

Bahan seperti ubi jalar ungu dan singkong memiliki indeks glikemik lebih rendah disbanding beras putih, sehingga efektif mencegah penyakit metabolik seperti diabetes serta membantu penanganan stunting.

Dari sisi ekonomi, peningkatan permintaan pangan alternatif ini dipastikan memberikan angin segar bagi petani lokal di Kabupaten Batang untuk membudidayakan aneka tanaman umbi-umbian.

Langkah ini juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM kuliner di Batang untuk mengembangkan olahan non-beras dan non-terigu menjadi produk oleh-oleh khas daerah. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *