Mengembalikan Kejayaan “Emas” Kopi Tombo Batang: Tumbuhkan Ekonomi Warga Tanpa Rusak Lingkungan

oleh -181 Dilihat

ASLIBATANG.COM, BATANG – Jauh sebelum kopi menjadi bagian dari tren gaya hidup modern seperti sekarang, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, telah lebih dulu terkenal sebagai penghasil kopi unggulan.

Sejak era kolonial Belanda, Kopi Tombo dikenal memiliki kualitas jempolan hingga menembus pasar internasional dan menjadi identitas desa secara turun-temurun.

banner 336x280

Namun seiring berjalannya waktu, kejayaan tersebut sempat meredup akibat ketatnya persaingan pasar dan beralihnya lahan warga ke tanaman karet maupun teh.

Kini, semangat untuk mengembalikan kilau “emas” Kopi Tombo kembali membara. Pemdes, generasi muda, dan petani lokal mulai bergerak membangkitkan komoditas legendaris ini demi memicu ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Edukasi Petani Lewat Program DAS Lestari

Langkah nyata membangkitkan Kopi Tombo diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kopi Arabika di Pondok Sidawung, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang digagas melalui program Daerah Aliran Sungai (DAS) Lestari ini membekali puluhan petani Desa Tombo dengan teknik budidaya modern, mulai dari pola penanaman hingga penanganan penyakit tanaman.

Hadir sebagai narasumber, Burohim dan Anang dari Petani Kopi Surjo membagikan tips praktis yang bisa langsung diterapkan di kebun warga.

Salah satu petani peserta, Tarmujo, mengaku terkesan dengan materi yang diberikan, khususnya terkait mitigasi serangan hama yang selama ini menjadi kendala utama.

“Mulai dari penanaman sampai penanganan hama sudah cukup jelas. Ke depan akan saya terapkan dalam pengelolaan tanaman kopi,” ungkap Tarmujo optimistis.

Kepala Desa Tombo, Mustajab, menyambut positif antusiasme para petani desanya. Ia berharap pembekalan ilmu ini mampu meningkatkan omzet dan kesejahteraan warga.

“Alhamdulillah, petani sangat antusias. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat mendukung keberhasilan pengembangan kopi Arabika di Desa Tombo dan memberi dampak ekonomi nyata,” tutur Mustajab.

Bagikan 5.400 Bibit Kopi Arabika Tanpa Rambah Hutan

Guna mendukung keberlanjutan program, sebanyak 5.400 bibit kopi Arabika siap disalurkan kepada 13 petani terdata menjelang datangnya musim hujan.

Penyaluran ini berdasarkan hasil survei Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV (CDK IV) DLHK Jawa Tengah di 27 titik bidang tanah.

Menariknya, pengembangan tanaman kopi ini dipastikan tidak membuka kawasan hutan baru (deforestasi). Seluruh penanaman dilakukan murni di atas lahan milik warga.

Tanaman kopi ini difungsikan sebagai Multi-Purpose Tree Species (MPTS), yaitu tanaman yang tak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga kuat menahan erosi tanah dan menjaga fungsi ekologis DAS.

Kolaborasi Strategis Bersama PT BPI

Program pengembangan potensi lokal ini berjalan atas kolaborasi Pemdes Tombo, LMDH, CDK Wilayah IV, dan PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

General Manager Stakeholder Relation PT BPI, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan bahwa BPI berkomitmen mengawal program ini tidak hanya sebatas penyediaan bibit, melainkan pendampingan berkelanjutan di lapangan.

“Dukungan tidak hanya berupa bibit, tetapi bagaimana pengetahuan petani dapat terus berkembang. Kami berharap petani memiliki bekal cukup untuk mengelola lahan secara berkelanjutan,” ujar Aryamir.

Meski butuh proses panjang hingga masa panen tiba, langkah kolaboratif ini membawa harapan baru bagi masyarakat Desa Tombo untuk meraih kembali masa kejayaan Kopi Tombo di kancah nasional maupun global. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *