Mahasiswa Undip Sulap Limbah Jagung Jadi Pakan Ternak Berprotein Tinggi di Desa Kluwih Batang

oleh -3 Dilihat

ASLIBATANG.COM, BATANG – Tim mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar program pelatihan pengolahan limbah jagung menjadi pakan ternak berkadar gizi tinggi bagi warga Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Melalui penerapan teknologi fermentasi silase, para mahasiswa berupaya membantu peternak setempat mengatasi masalah kelangkaan pakan hijau sekaligus mengoptimalkan potensi sisa hasil panen yang selama ini terbuang sia-sia.

banner 336x280

Langkah inovatif ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan peternak lokal sekaligus menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Inovasi Fermentasi Silase Solusi Limbah Pertanian

Desa Kluwih dikenal memiliki potensi pertanian jagung yang melimpah. Sayangnya, pascapanen, limbah seperti batang, daun, dan tongkol jagung umumnya hanya dibakar atau dibiarkan membusuk di lahan.

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa Undip hadir membawa solusi berupa pembuatan pakan silase—teknik pengawetan pakan hijau berkadar air tinggi melalui proses fermentasi anaerob (tanpa udara).

Prosedur pembuatan silase diajarkan secara sederhana: limbah jagung dicacah, lalu dicampur dedak, molase (tetes tebu), serta starter bakteri pengurai.

Campuran tersebut kemudian dipadatkan di dalam drum kedap udara selama beberapa minggu hingga menghasilkan pakan terfermentasi bernutrisi tinggi.

Solusi Musim Kemarau dan Pangkas Biaya Pakan

Penerapan pakan fermentasi silase memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor peternakan di Desa Kluwih.

Pakan silase memiliki daya simpan hingga berbulan-bulan tanpa merusak kandungan gizi. Hal ini menjadi angin segar bagi peternak saat memasuki musim kemarau, di mana ketersediaan rumput segar kerap menipis.

Selain itu, proses fermentasi membuat tekstur limbah jagung lebih lembut, meningkatkan kadar protein, serta disukai oleh hewan ternak seperti sapi dan kambing.

Secara ekonomis, inovasi ini terbukti ampuh menekan biaya pembelian pakan konsentrat pabrikan yang mahal dengan memanfaatkan bahan baku gratis dari kebun sekitar.

Pemberdayaan Masyarakat dan Keberlanjutan Program

Pelatihan yang digagas mahasiswa Undip ini dikemas lewat praktik langsung bersama warga, mulai dari pemotongan bahan hingga penutupan wadah fermentasi.

Antusiasme warga Desa Kluwih terpantau sangat tinggi. Warga kini menyadari bahwa limbah jagung yang semula dianggap sampah ternyata menyimpan potensi ekonomi yang besar.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan desa dan ketahanan pangan daerah di Kabupaten Batang.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *