Kebakaran Dapur di Proyonanggan Utara Batang Dipicu Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp15 Juta

oleh -165 Dilihat
banner 468x60

ASLIBATANG.COM, BATANG – Musibah kebakaran melanda permukiman warga di kawasan Proyonanggan Utara, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Insiden yang diduga kuat dipicu oleh gangguan arus pendek listrik (korsleting) tersebut menghanguskan area dapur milik salah satu warga hingga mengalami kerusakan cukup parah.

Meski tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka, peristiwa ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp15 juta.

Kronologi dan Kepanikan Warga Permukiman

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, titik api pertama kali muncul dari area dapur rumah korban.

Percikan api diduga bersumber dari instalasi listrik yang bermasalah, lalu dengan cepat menyambar berbagai barang dan material yang mudah terbakar di sekitarnya.

Suasana di kawasan permukiman padat tersebut sempat diwarnai kepanikan lantaran warga khawatir kobaran api akan merambat cepat ke bangunan hunian di sebelahnya.

Melihat gumpalan asap hitam membumbung tinggi, warga secara swadaya langsung bergotong royong melakukan upaya pemadaman awal dengan peralatan seadanya.

Kobaran Api Berhasil Dilokalisasi Petugas

Kesigapan warga yang berpadu dengan respons cepat dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Batang membuat amukan si jago merah dapat segera dilokalisasi.

Api berhasil dipadamkan secara total sebelum sempat menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan utama rumah.

Kerusakan utama terkonsentrasi pada ruangan dapur, meliputi atap, dinding, serta sejumlah peralatan rumah tangga.

Petugas Damkar juga melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada tersisa titik bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Imbauan Waspada Bahaya Korsleting Listrik

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat terkait ancaman korsleting listrik di area hunian, khususnya di ruangan dapur yang banyak memuat peralatan elektronik berdaya tinggi.

Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kondisi instalasi kabel berkala, menghindari penumpukan steker pada satu titik stopkontak, serta memastikan seluruh komponen kelistrikan berstandar SNI demi mencegah insiden serupa. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *