ASLIBATANG.COM, BATANG – Ratusan peternak ayam yang tergabung dalam pergerakan peternak mandiri Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggelar aksi damai unik di depan Kantor Bupati Batang.
Dalam aksi keprihatinan tersebut, para peternak membagikan sedikitnya 500 ekor ayam hidup secara gratis kepada warga serta pengguna jalan yang melintas.
Langkah ini diambil sebagai bentuk protes atas kondisi industri peternakan rakyat yang kian terpuruk akibat membumbungnya biaya produksi dan tingginya harga pakan.
Aksi bagi-bagi ayam gratis ini menjadi simbol keputusasaan para peternak mandiri yang merasa sudah berbulan-bulan “mensubsidi” kebutuhan protein murah bagi masyarakat.
Pakan Menyedot 70 Persen Biaya Produksi
Melalui aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk segera turun tangan memangkas harga pakan, serta memulihkan harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak agar sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Kondisi yang dihadapi peternak di Batang mencerminkan masalah sistemik perunggasan nasional. Komponen pakan diketahui menyedot hingga 70 persen dari total biaya operasional kandang.
Melonjaknya harga bahan baku pakan seperti jagung dan konsentrat impor, tanpa diimbangi kenaikan harga jual panen, membuat para peternak mandiri terus tergerus kerugian.
“Kami terpaksa menjual hasil panen jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP). Secara tidak langsung kami yang menanggung rugi demi menyediakan protein murah, sementara kami sendiri terancam bangkrut,” keluh salah satu perwakilan peternak di lokasi aksi.
Desak Penegakan HAP dan Ketersediaan Jagung Lokal
Para peternak menekankan pentingnya peran aktif Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan kementerian terkait untuk tidak sekadar menetapkan aturan HAP di atas kertas, melainkan rutin melakukan pengawasan di lapangan.
Selain stabilisasi harga jual produk, keterjangkauan pakan lokal seperti jagung juga menjadi tuntutan utama.
Peternak berharap pemerintah dapat menjembatani rantai pasok langsung dari petani jagung ke peternak mandiri tanpa melalui perantara yang melambungkan harga.
Ancam Kelangkaan Pasokan Pangan Nasional
Jika jeritan para peternak ini diabaikan, gelombang kebangkrutan massal peternak mandiri dikhawatirkan memicu kelangkaan pasokan daging dan telur ayam di pasaran.
Kondisi tersebut tak hanya mengancam keterjangkauan pangan masyarakat, tetapi juga memicu dominasi penuh korporasi integrasi besar dalam pasar perunggasan.
Aksi pembagian 500 ekor ayam di Kantor Bupati Batang ini diharapkan menjadi penanda peringatan keras bagi pengambil kebijakan agar segera menghadirkan solusi konkret demi menyelamatkan sektor peternakan rakyat. (*)










