Wabup Batang Minta UMKM Lokal Pasok Makan Bergizi Gratis

oleh -92 Dilihat
banner 468x60

Pemerintah Kabupaten Batang berkomitmen penuh untuk mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat setempat. Wakil Bupati Batang menegaskan bahwa anggaran besar yang dialokasikan untuk program nasional ini tidak boleh bocor atau mengalir ke luar daerah. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Mitra Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) di Aula Kantor Bupati Batang pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Mencegah Kebocoran Anggaran ke Luar Daerah

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya menjaga agar perputaran uang dari program Makan Bergizi Gratis tetap berada di dalam wilayah Kabupaten Batang. Program MBG yang menyasar ribuan anak sekolah dan kelompok rentan di Batang membutuhkan pasokan bahan pangan yang sangat besar setiap harinya. Jika kebutuhan ini dipasok oleh distributor atau pengusaha dari luar daerah, maka potensi perputaran ekonomi yang luar biasa ini akan hilang begitu saja dari bumi Batang.

Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta agar seluruh mitra SPPG memprioritaskan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok utama bahan baku makanan. Mulai dari beras, sayur-mayur, lauk-pauk seperti telur, ayam, dan ikan, hingga buah-buahan harus bersumber dari petani, peternak, dan pedagang lokal Batang. Dengan cara ini, program MBG tidak hanya berhasil memperbaiki status gizi anak-anak, tetapi juga sukses menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput.

Tantangan Kesiapan dan Standardisasi UMKM Lokal

Meskipun komitmen untuk memberdayakan UMKM lokal sangat kuat, Wakil Bupati juga mengingatkan adanya tantangan besar terkait standardisasi dan konsistensi pasokan. Program Makan Bergizi Gratis menuntut standar higienitas, kualitas nutrisi, dan ketepatan waktu yang sangat ketat. Makanan yang disajikan kepada anak-anak harus memenuhi kriteria gizi seimbang dan diolah dengan cara yang bersih dan sehat.

Untuk menjawab tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui dinas terkait akan melakukan pendampingan intensif kepada para pelaku UMKM dan koperasi lokal. Pendampingan ini mencakup pelatihan pengolahan makanan yang higienis, manajemen rantai pasok, hingga fasilitasi sertifikasi halal dan izin edar. Dengan adanya pembinaan yang sistematis, UMKM lokal diharapkan mampu memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh SPPG tanpa mengurangi kualitas hidangan yang disajikan.

Sinergi Multipihak demi Keberlanjutan Program

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pengelola SPPG, pelaku usaha, dan masyarakat. Rapat koordinasi yang diselenggarakan di Aula Kantor Bupati ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan menyusun strategi implementasi yang efektif. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat saling mendukung dan menghilangkan ego sektoral demi kepentingan bersama.

Selain itu, keterlibatan aktif dari sektor pertanian dan peternakan lokal juga menjadi kunci. Ketika UMKM kuliner lokal mendapatkan kepastian pasar dari program MBG, mereka akan membeli bahan baku langsung dari petani dan peternak Batang. Rantai pasok yang pendek ini tidak hanya memangkas biaya distribusi, tetapi juga memastikan kesegaran bahan pangan yang akan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.

Pada akhirnya, program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Batang diharapkan dapat menjadi proyek percontohan nasional yang sukses mengawinkan misi kesehatan dan misi kebangkitan ekonomi daerah. Dengan menutup rapat celah kebocoran anggaran ke luar daerah dan menjadikan UMKM lokal sebagai pilar utama, Batang optimis dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat sekaligus lebih sejahtera. Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *