KEK Batang Raih Penghargaan Adi Hijau Industri Berkelanjutan

oleh -4 Dilihat
banner 468x60

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali mengukuhkan posisinya sebagai pelopor pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia. Kawasan ini berhasil meraih Predikat Anugerah Adi Hijau, sebuah penghargaan tertinggi dalam ajang Jateng Green Industry Summit 2026 yang berlangsung pada 23 Juli 2026. Penghargaan yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah ini menjadi bukti nyata atas dedikasi kawasan dalam menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.

Inisiatif Strategis Menuju Ekosistem Hijau

Transformasi KEK Industropolis Batang menjadi kawasan industri hijau tidak dicapai dalam semalam. Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didorong oleh pembangunan ekosistem terintegrasi yang menggabungkan aspek lingkungan, efisiensi operasional, dan tata kelola yang baik. Berbagai langkah konkret telah diimplementasikan guna memastikan seluruh aktivitas industri di dalam kawasan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

banner 336x280

Salah satu langkah inovatif yang diterapkan adalah pengembangan infrastruktur logistik ramah lingkungan berupa dry port. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus menekan emisi karbon dari sektor transportasi logistik. Selain itu, kawasan ini juga mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui pemasangan panel surya di berbagai fasilitas operasional. Langkah ini didukung dengan sistem pengelolaan sampah dan limbah yang ketat, serta program restorasi lingkungan melalui inisiatif blue carbon yang berfokus pada pelestarian ekosistem pesisir.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur internal, KEK Industropolis Batang juga secara aktif menyeleksi dan mendorong kehadiran para pelaku industri atau tenant yang bergerak di sektor energi hijau. Dengan demikian, ekosistem industri yang saling mendukung dan ramah lingkungan dapat terbentuk secara alami di dalam kawasan seluas ribuan hektare ini.

Penerapan Prinsip ESG dan Dekarbonisasi

Komitmen terhadap keberlanjutan ini diperkuat dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang komprehensif di seluruh lini bisnis. KEK Industropolis Batang telah membentuk struktur organisasi khusus yang berfokus pada ESG, menyusun peta jalan keberlanjutan (ESG Roadmap), serta menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) secara berkala sebagai bentuk transparansi kepada publik dan investor.

Dalam upaya dekarbonisasi, pengelola kawasan melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca secara menyeluruh, mencakup Scope 1 (emisi langsung dari sumber yang dimiliki), Scope 2 (emisi tidak langsung dari konsumsi energi), hingga Scope 3 (emisi tidak langsung lainnya dari rantai nilai perusahaan). Pengukuran ini menjadi fondasi penting dalam merumuskan strategi penurunan emisi yang efektif dan terukur demi mencapai target net zero emission.

Ke depan, KEK Industropolis Batang berencana untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan berstandar internasional ISO 14001 dan melaksanakan penilaian ESG independen (Independent ESG Assessment). Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat sekitar untuk menciptakan kawasan industri yang berdaya saing global namun tetap menjaga kelestarian alam.

Dampak Ekonomi dan Kontribusi Nasional

Keberhasilan KEK Industropolis Batang dalam menerapkan konsep industri hijau membuktikan bahwa komitmen lingkungan tidak menghalangi pertumbuhan ekonomi. Saat ini, kawasan dengan luas mencapai 4.300 hektare tersebut telah menjadi rumah bagi 96 tenant, yang terdiri dari 41 tenant industri, 38 tenant komersial, serta 17 tenant Badan Pengelola Sarana Prasarana (BPSP). Kehadiran para investor ini mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap masa depan kawasan industri berkelanjutan.

Hingga saat ini, total investasi yang berhasil dibukukan di kawasan ini mencapai Rp23 triliun, dengan luas lahan yang telah tersewa mencapai 442,2 hektare. Pertumbuhan investasi yang masif ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan melalui penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 26.871 orang. Hal ini sejalan dengan program prioritas nasional Asta Cita yang menekankan pada transformasi ekonomi, hilirisasi industri, peningkatan daya saing, serta pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan.

Dengan segala pencapaian dan rencana strategis yang dimiliki, KEK Industropolis Batang tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi baru di Jawa Tengah, tetapi juga menjadi cetak biru (blueprint) bagi pengembangan kawasan industri hijau masa depan di Indonesia. Sinergi yang kuat antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan perlindungan lingkungan di kawasan ini diharapkan dapat menginspirasi kawasan industri lainnya di tanah air.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.