Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan layanan kesehatan gratis. Program ini dirancang secara komprehensif untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pelosok dan sulit mengakses fasilitas kesehatan perkotaan. Di bawah kepemimpinan dr. Ida Susilaksmi, M.Kes, Dinkes Batang meluncurkan berbagai inovasi pelayanan mulai dari deteksi dini penyakit hingga pengerahan dokter spesialis ke desa-desa.
Deteksi Dini Penyakit Kronis dan Penanganan TBC
Pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak hanya dipusatkan di pusat-pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), tetapi juga menjemput bola ke berbagai desa, instansi pemerintah (OPD), hingga lembaga vertikal seperti Polres, Kodim, dan Kejaksaan. Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan fisik secara menyeluruh, tes laboratorium dasar, pemeriksaan kesehatan jiwa, kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan mata, hingga sesi konsultasi medis dengan dokter. Langkah preventif ini sangat krusial sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai penyakit tidak menular yang sering kali tidak disadari oleh penderita, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung koroner.
Selain pemeriksaan umum, salah satu program prioritas yang tengah digencarkan adalah Active Case Finding (ACF) untuk penyakit Tuberkulosis (TBC). Dengan memanfaatkan teknologi canggih berupa Portable X-Ray, tim medis dapat melakukan skrining paru-paru secara cepat dan akurat langsung di lapangan. Program ACF TBC ini difokuskan pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko penularan tinggi, seperti penderita diabetes, kelompok lanjut usia (lansia), warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC aktif, serta masyarakat yang bermukim di kawasan padat penduduk.
Pada tahun 2026, pelaksanaan program ACF ditargetkan dapat menjangkau 92 desa dengan sasaran sekitar 100 orang di setiap lokasi. Sementara untuk periode bulan ini, Dinkes Batang menargetkan pemeriksaan dapat menjangkau sedikitnya 902 warga. Langkah agresif ini diambil untuk memutus mata rantai penularan TBC di Kabupaten Batang, mengingat penyakit ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di tingkat nasional. Dengan penemuan kasus secara dini, pasien dapat segera mendapatkan pengobatan intensif hingga sembuh total.
Mendekatkan Dokter Spesialis ke Desa Melalui Speling
Salah satu kendala utama yang sering dihadapi oleh masyarakat di daerah pedesaan adalah sulitnya akses untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis. Jarak yang jauh menuju rumah sakit umum daerah serta kendala biaya transportasi sering kali membuat warga menunda pengobatan. Menjawab tantangan tersebut, Dinkes Batang menghadirkan program Dokter Spesialis Keliling yang dikenal dengan nama Speling. Program inovatif ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan medis spesialistik langsung ke tengah-tengah pemukiman warga.
Sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2026, program Speling telah berhasil memberikan pelayanan medis kepada 1.389 warga yang tersebar di 14 desa. Keberhasilan program ini didukung oleh kontribusi aktif delapan dokter spesialis dari berbagai bidang keahlian yang siap melayani keluhan kesehatan masyarakat. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, kegiatan Speling berikutnya akan diselenggarakan pada 29 Juli 2026 di Desa Sengon, Kecamatan Subah. Kehadiran para spesialis ini diharapkan dapat memberikan solusi medis yang cepat dan tepat bagi warga setempat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Di samping Speling, terdapat pula program Darling (Dokter Keliling) yang telah berjalan secara konsisten sejak Juni 2025. Hingga saat ini, program Darling tercatat telah memberikan pelayanan kesehatan kepada 382 pasien di empat wilayah kerja puskesmas. Sinergi antara program Speling dan Darling ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan pemerataan akses kesehatan yang berkeadilan bagi seluruh warga Kabupaten Batang, tanpa memandang kondisi geografis tempat tinggal mereka.
Inovasi Layanan, Digitalisasi, dan Bakti Sosial
Meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran yang mengharuskan penyesuaian frekuensi pemeriksaan kesehatan gratis di area Car Free Day (CFD) menjadi dua pekan sekali, Dinkes Batang tetap menjaga kualitas pelayanan tersebut. Kegiatan di CFD ini tetap berjalan semarak dengan melibatkan Dinkes, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), serta 21 puskesmas. Menariknya, kegiatan ini juga diselingi dengan pembagian buah dan sayur gratis kepada pengunjung sebagai bagian dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk mendorong pola makan bergizi seimbang.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan medis di lapangan, Dinkes Batang juga melakukan reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan. Mulai Juni 2026, sistem pembayaran non-tunai atau cashless telah diterapkan di seluruh puskesmas dan laboratorium daerah di Kabupaten Batang. Langkah digitalisasi ini diambil untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mempercepat proses administrasi pelayanan, sehingga masyarakat dapat dilayani dengan lebih efisien dan modern.
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinkes Batang juga telah menyiapkan serangkaian kegiatan sosial. Selain pemeriksaan kesehatan gratis berskala besar yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan organisasi profesi kesehatan, akan digelar pula kegiatan khitanan massal gratis. Bekerja sama dengan Majelis Ilmu Qur’an, khitanan massal ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di wilayah Kecamatan Batang. Melalui berbagai program terintegrasi ini, dr. Ida Susilaksmi berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif guna bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan di Kabupaten Batang.
Sumber: Pekalongan News












