17 Keluarga di Batang Terima Bantuan Gizi Cegah Stunting

oleh -2 Dilihat
banner 468x60

Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Batang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 dengan melakukan aksi sosial nyata di lapangan. Sebanyak 17 keluarga yang berisiko mengalami stunting di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, menerima paket bantuan gizi pada Kamis (30/7/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi aktif dalam menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Penyaluran Bantuan Gizi dan Edukasi Langsung

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPC IPeKB Kabupaten Batang ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan secara simbolis. Para penyuluh KB turun langsung ke pemukiman warga untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran. Paket bantuan gizi yang dibagikan berisi bahan pangan pokok yang kaya akan nutrisi, seperti beras, daging ayam segar, telur, santan, margarin, serta kebutuhan pangan penting lainnya. Bahan-bahan ini dipilih secara khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan protein dan mikronutrien yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan serta ibu hamil atau menyusui.

banner 336x280

Selain membagikan bahan pangan, para petugas di lapangan juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi langsung. Penyuluh KB memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya ketahanan keluarga, pola asuh anak yang benar, serta penerapan program Keluarga Berencana (KB). Edukasi ini dinilai sangat krusial karena pemenuhan gizi yang baik harus diimbangi dengan pengetahuan orang tua mengenai cara mengolah makanan yang sehat dan menjaga sanitasi lingkungan rumah tangga.

Ketua DPC IPeKB Kabupaten Batang, Yuli Widi Nugroho, menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud tanggung jawab moral dari para penyuluh KB. Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa diselesaikan hanya melalui program formal di atas kertas, melainkan harus menyentuh akar rumput secara langsung. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan beban ekonomi keluarga berisiko stunting dapat sedikit diringankan, sekaligus memicu kesadaran mereka untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi harian anak-anak mereka.

Sinergi Program Genting dan Dukungan Pemerintah Daerah

Aksi nyata yang dilakukan oleh IPeKB ini juga selaras dengan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang tengah digalakkan di Kabupaten Batang. Program Genting merupakan sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, organisasi profesi, swasta, hingga masyarakat umum untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting atau keluarga yang berisiko tinggi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang, Joko Prasetijo, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Kehadiran jajaran DP3AP2KB bersama Sekretaris Camat Bandar, Aji Setiawan, dan Kepala Desa Tombo, Mustajab, menunjukkan adanya komitmen yang kuat dari seluruh jajaran birokrasi untuk menyukseskan program penurunan stunting. Sinergi lintas sektor seperti ini dinilai sebagai kunci utama dalam mempercepat pencapaian target penurunan stunting di Kabupaten Batang.

Pemerintah daerah menyadari bahwa stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi penerus bangsa. Anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi produktivitas mereka di masa depan. Oleh karena itu, intervensi gizi yang dilakukan sejak dini, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), menjadi sangat krusial untuk menyelamatkan masa depan anak-anak.

Kunjungan Door-to-Door dan Harapan Masa Depan

Setelah melaksanakan acara seremonial dan pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur atas hari jadi IPeKB yang ke-19 di balai desa, rombongan yang dipimpin oleh Joko Prasetijo langsung bergerak melakukan kunjungan dari rumah ke rumah (door-to-door). Metode ini dipilih agar para pengambil kebijakan dan penyuluh dapat melihat langsung kondisi riil sanitasi, lingkungan, serta pola hidup keluarga penerima manfaat di Desa Tombo.

Kunjungan langsung ini juga dimanfaatkan untuk berdialog secara santai namun edukatif dengan para ibu. Banyak dari mereka yang memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak serta kendala yang dihadapi dalam memberikan makanan bergizi seimbang. Pendekatan humanis seperti ini terbukti lebih efektif dalam mengubah perilaku masyarakat dibandingkan dengan penyuluhan massal yang bersifat satu arah.

Kepala Desa Tombo, Mustajab, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dipilihnya Desa Tombo sebagai lokasi sasaran kegiatan ini. Ia berharap program pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut secara konsisten agar kualitas kesehatan warga desa, khususnya anak-anak balita, dapat terus meningkat secara signifikan. Dengan kolaborasi yang terus terjaga antara pemerintah desa, kecamatan, dinas terkait, dan organisasi profesi seperti IPeKB, Kabupaten Batang optimis dapat melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.